Kenapa dengan Palestine ???

3 hari terakhir ini gw baca2 berita di internet tentang kebiadaban Israel terhadap warga Palestina…Damn ! Sakit hati gw liat video2nya di youtube.

Seorang temen pernah nanya sama gw dengan nada gemes, “Ngapain sih lo ikut pusing mikirin Palestina sementara di negara kita aja masih banyak yg menderita ?!”

Gw bales lagi dgn nada lebih gemes, “Emang manusia itu kalo udah ngerasa hidup enak jadi makin egois ye, yg dipikirin cuma diri sendiri aja”

Percakapan selanjutnya……

“Ya bukan gitu bro, cuma ngapain sih kita sampe repot2 ngumpulin duid buat dikirim kesana, apalagi PKS sampe bikin program one man one dollar segala…coba lo pikirin kalo 1000 orang nyumbang segitu bisa lumayan tuh bantu2 rakyat Indo yg masih sengsara”

“Menurut gw ada dua alasan kenapa kita mesti bantu mereka. Alesan pertama kenapa kita bantu Palestina. Coba lo itung 1000 x Rp.15000 (Taro lah dollar US segini)….itu dapetnya “cuma” 15 juta sob. Coba lo liat lagi koran2 yg beredar di Indonesia, dan cari bagian iklan2 pengumpulan dana atau sumbangan buat warga miskin di Indo….bisa dapet berapa mereka sekali pengumpulan dana ? lebih dari 50 juta ! Jauuhhh ngga seimbangnya.

Masa iya sih kita ngumpulin 15 juta aja buat warga Palestine lo keberatan ?! Parahk !. Lagian program one man one dollar itu ngga tiap hari juga.

Lagian lo kan Muslim, lo tau ngga sih di Palestina itu ada apa ? Disitu ada Bait Al-Maqdis atau kota suci umat Muslim, yg disebut juga dgn Al-Quds. Dan disitu juga ada Masjid Al-Aqsa dimana disitulah dulu Nabi Muhammad nerima perintah sholat dari Allah. Peristiwa inilah yg dikenal dgn Isra’ Mi’raj.

Bait Al-Maqdis itu pulalah yg awalnya jadi kiblat umat Islam. Bukan Ka’bah (Masjidil Haram). Sampai Allah akhirnya nurunin ayat ini di bulan Rajab 2 H/Januari 624 M, ketika Rasulullah Saw. sedang melaksanakan rakaat kedua shalat asar di Masjid Bani Salamah,

“Sungguh, Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit. Maka, sungguh Kami akan mengalihkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Alihkanlah mukamu ke arah Masjid Al-Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan, sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjid Al-Haram benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan (QS Al-Baqarah [2]: 144).”

Alesan kedua adalah karena adanya janji Allah lewat hadits ini,

Rasulullah bersabda, “Tiga golongan yang tidak akan ditolak doa mereka: orang berpuasa sehingga dia berbuka, pemimpin yang adil, dan orang teraniaya” (HR. Tirmidzi). Juga Beliau bersabda, “Dan takutlah dari doa orang teraniaya karena tidak ada dinding antara doa itu dan Allah” (HR. Bukhari Muslim)

“Takutlah akan doa orang yang dizalimi karena doa itu akan diangkat ke atas dan Allah berfirman, ‘Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku pasti akan menolongmu walaupun sudah beberapa saat.’” (HR. Thabrani)

Warga Palestina yg berjumlah ratusan ribu lebih itu adalah orang2 yg teraniaya gara2 rezim Zionis Israel ! Coba kalau kita ikut membantu mereka dengan harta dan mereka membalasnya dgn doa (krn baru ini yg bisa mereka lakukan saat ini) untuk kebaikan negeri kita Indonesia ? Masya Allah….insya Allah mustajab bgt dah tuh doa.

Besok Selasa tgl 30 Desember jam 10 ada Aksi solidaritas Palestina lagi, yg mau ikut mongooo….

So ? LET’S CONTRIBUTE !

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah)), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.” (Al-Baqarah:245)

Nuff said…….

Konser Solidarity For Palestine 2008

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Setelah melalui bulan mulia Ramadhan tahun ini, akan diselenggarakan sebuah acara Konser Musik yang bernuansa religi dan melambangkan nilai-nilai positif budaya suatu bangsa akan di gelar di Jakarta, bersamaan dengan kepercayaan dunia Islam International untuk mengadakan acara Konferensi Kemanusiaan Internasional tentang bantuan bagi anak-anak dan korban penjajahan Palestina.

Festival Kebudayaan Internasional berupa pertunjukan konser tersebut akan disaksikan oleh negara-negara peserta konferensi dari Timur Tengah seperti; Palestina, Libanon, Syiria dll, dan dari belahan dunia lainnya, yang sengaja di undang Panitia untuk menikmati pertunjukan kebudayaan bersama masyarakat Indonesia

Untuk memeriahkan sekaligus memberi bobot kepada acara konser Internasional tersebut, panitia mendatangkan team nasyid Nasional yang tergabung dalam Asosiasi Nasyid Nusantara (ANN) untuk tampil bersama memeriahkan acara tersebut; seperti Izzatul Islam, Shoutul Harokah dll, serta menyandingkan group papan atas pentas seni religi semisal Sulis Cinta Rasul, GIGI*, Opick dll.

Hari / Tanggal :

Ahad, 2 November 2008

Waktu :

08.30 – 11.30 WIB

Tempat :

Lapangan D, Gelora Bung Karno Senayan Jakarta

Pengisi acara untuk kegiatan ini adalah sebagai berikut:

1. Sulis Cinta Rasul
2. Opick
3. Group Band GIGI
4. Shoutul Harakah (Shouhar)
5. Firqatul I’tisham (Libanon/Palestina)
6. Izzatulislam (IZIS)
7. Ebiet Biet A
8. Justice Voice
9. Dll

Orasi oleh : Dr. Hidayat Nur Wahid

Acara ini akan mentargetkan peserta sebanyak:

1. Penonton 25.000 orang
2. Panitia 250 orang
3. Pengisi acara 200 orang
4. Tamu undangan baik pemerintah maupun swasta
5. NGO International 150 lembaga
6. NGO nasional 150 lembaga

Steering Committee:

- Dr. Adhiyaksa Dault, Menpora RI
- Soeripto SH, Anggota DPR-RI
- Yoyoh Yusroh, Anggota DPR-RI
- KH. Abdul Rosyid AS.*, Pimpinan Asyafiiyah

HTM : Rp. 10.000

Dengan menghadiri acara ini dan membeli tiket masuk seharga di atas, Insya ALLAH berarti rekan-rekan telah beramal untuk Saudara-Saudara kita di Palestine.

Di tunggu kehadirannya ya semuanya…..

HARDIANSYAH
Cinta Rasul Production

sumber dari sini

Books Of Life

Jika hidup ini seperti buku yang dipercayakan oleh Allah kepada kita untuk menulisnya. Maka kita bisa mengisinya sesuai dengan keinginan kita, akan kita isi dengan kebaikan dan manfaat atau coretan-coretan yang memalukan.

Buku macam apa yang sedang kita tulis ? Apakah buku pengetahuan, buku agama, buku filsafat, buku keuangan, ataukah buku pornografi.

Semua tergantung ada apa yg paling sering kita lakukan dan apa yang paling kita kejar dalam hidup ini. Tapi tak seorangpun yang tahu berapa halaman lagi yang tersisa. Jika halaman telah habis maka buku itu akan dikembalikan kepada Sang Pemilik. Buku yang indah dan bermanfaat akan ditempatkan ke tempat terhormat di sisi-Nya sedangkan yang tak bermanfaat akan dicampakkan atau dibakar sebagai sampah.

Marilah berlomba-lomba untuk memperindah buku kita dan menghapus coretan-coretan yang tak bermanfaat dengan taubat sebelum memasuki Ramadhan kali ini yang insya Allah bisa terus istiqomah dan kita mulai membuat tulisan baru lagi di buku itu. Masih berapa halamankah yang tersisa pada buku kita ?……….

Debat Kontroversi SKB Ahmadiyah @ TV One


Mahendradatta

(Tim Pembela Muslim)
&
Adnin Armas, MA
(Majlis Tarjih Muhammadiyah)

V.S

Usman Hamid
(Koordinator KONTRAS)
&
Abdul Moqsith Ghazali
(Koordinator Jaringan Islam Liberal)

Recorded from TV One, Jakarta June 11th 2008

Part-2
Part-3
Part-4
Part-5

Full version debat ini juga bisa di download di :

Rapidshare.com (83 MB)

Muhammad Mahendradatta, lahir di Jakarta 11 Januari 1962 yang kemudian menamatkan Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 1988. Kemudian di tahun 2002 dia memperoleh gelar Magister Hukum Bisnis dari Universitas yang sama. Sebelumnya Mahendradatta sempat menyelesaikan pendidikan khusus American Litigation di School of Law-University of California at Los Angeles (UCLA) yang dipersamakan dengan gelar Master of Arts, pada tahun 1994.

Muhammad Mahendradatta, SH. MA. MH berprofesi sebagai Advokat/Pengacara yang mulai mencuat namanya dan dikenal publik setelah dia memegang jabatan sebagai Ketua Tim Pembela Muslim (TPM). Berbagai kasus kontroversial pernah ditanganinya, dimulai dari pembelaan hukum terhadap Ustadz Jafar Umar Thalib, Panglima Laskar Jihad Ahlus’sunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang terjerat kasus pidana rajam dan Penghinaan Terhadap Kepala Negara (Megawati Soekarnoputri). Namanya semakin melambung dikenal didunia Internasional karena keteguhan dan keberaniannya dalam membela Al Ustadz Abubakar Ba’asyir, juga beberapa Terdakwa Kasus Terorisme Besar seperti Amrozi, Imam Samudera dan Ali Ghufron. Namanya menjadi suatu fenomena tersendiri dalam dunia hukum, seiring dengan semakin dikenalnya nama grup pengacaranya yaitu TPM.

Saat ini (Agustus 2007) karena integritas dan keberaniannya, dia dicalonkan untuk menjadi salah satu Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) walaupun banyak kalangan memastikan dirinya akan gagal karena Islamophobia (rasa ketakutan berlebihan terhadap Islam) sudah merasuki penguasa saat ini. Isu yang berkembangpun mengatakan telah dipersiapkan beberapa algojo yang akan "membantainya" saat seleksi pimpinan KPK nantinya. (wikipedia)

Adnin Armas, M.A menyelesaikan pendidikannya di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo tahun 1992 dan melanjutkan ke Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), dalam bidang Filsafat. Memperoleh Sarjana dari International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) bidang Pemikiran Islam (Islamic Thought) dengan tesis berjudul Fakhruddin arRazi on Time pada tahun 2003.

Saat ini beliau adalah kandidat doktor di ISTAC UIAM aktif sebagai peneliti INSIST (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization). Karya beliau antara lain adalah: Metodologi Bibel dalam Studi al-Qur’an; Pengaruh Orientalis terhadap Islam Liberal. Di samping itu beliau sangat aktif menulis artikel-artikel ilmiah di beberapa majalah dan surat kabar di Indonesia.(insists.multiply.com)

Usman Hamid, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KONTRAS). Perjuangan Usman dalam penegakan HAM dan keadilan di negeri ini telah melewati pematang panjang nan berliku. Sebelum heboh politik 1998, Usman mengaku hanyalah mahasiswa biasa yang meniti waktu di kampus Trisakti, almamaternya. Ia juga seorang gitaris sebuah band yang kerap manggung membawakan karya-karya Rolling Stones. Tetapi kekerasan politik yang terjadi membawanya ke sebuah garis yang sampai saat ini ia pijak. Garis perjuangan melawan kekuasaan yang kejam dan korup.

Sejak 1998 ia bergabung bersama KONTRAS. Setelah itu aktivitasnya mengalir seperti sungai. Pada 2002, ia sempat tergabung di Kelompok Kerja Masyarakat Jakarta Peduli Papua (Pokja Papua), yang digalangnya bersama Patra Zen, koleganya di KONTRAS, yang kini menjadi ketua badan pengurus Yayasan Lembaga Bantuan hukum Indonesia (YLBHI). Pada 2004, ia tergabung bersama tim pencari fakta (TPF) Munir yang dipimpin Marsudi Hanafi.(http://aka81.wordpress.com/)

Abdul Moqsith Ghazali adalah aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Jakarta; staf pengajar pada Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII), Situbondo; staf pengajar pada Fakultas Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an (PTIQ), Jakarta; dan redaktur Jurnal Tashwirul Afkar (Lakpesdam NU), Jakarta. Ia memperoleh gelar Master dalam bidang Kajian Islam dari Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pada 1998. Ia kini sedang menempuh program doktor dalam bidang Kajian Islam pada Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ia pernah bekerja sebagai kepala Divisi Advokasi pada Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Jakarta, 2003. Di antara karya tulisnya, bersama Marzuki Wahid dan Suwendi, ia menyunting buku Geger di Republik NU (Jakarta: Kerjasama Kompas dan Lakpesdam, 1999) dan Dinamika NU: Perjalanan Sosial dari Muktamar Cipasung (1994) ke Muktamar Kediri (1999) (Jakarta: Kerjasama Kompas dan Lakpesdam, 1999). Kini ia sedang menulis disertasi mengenai hermeneutika al-Qur’an tentang pluralisme agama.(http://www.ohio.edu)

Part-2
Part-3
Part-4
Part-5

  Full version debat ini juga bisa di download di :
 
Rapidshare.com (83 MB)

Menyempurnakan Assalamu’alaikum

Assalamu’alaikum,

Ucapan ”Assalamu’alaikum” merupakan anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]

Saya seringkali menerima sms atau e-mail dari beberapa kawan dan juga beberapa ustadz yang mengawali salamnya dengan singkatan. Singkatannya pun macam-macam. Ada yang singkat seperti "Asw" atau "Aslm". Ada yang sedikit lebih panjang seperti "Aslmlkm". Bahkan ada pula singkatan yang tidak enak untuk dibaca, terlebih kalau yang membaca mengerti artinya. Singkatan itu justru yang paling sering saya dapatkan, yaitu "Ass". Nah sekarang silahkan anda buka link ini untuk mengetahui artinya.

Dalam kamus Linguist yang saya punya, arti dari kata Ass  yang berasal dari bahasa inggris itu adalah sebagai berikut,

kb. 1 (animal) keledai. 2 orang yang bodoh. 
Don’t be a silly a. Janganlah sebodoh itu.
3 Vlug.: pantat.

Setelah kita mengetahui artinya masih tegakah kita mengucap salam kepada orang lain dengan kalimat Ass ? .Padahal seperti kita ketahui ucapan Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh adalah sebuah ucapan salam sekaligus doa yang kita tujukan kepada orang lain. Ucapan salam dalam islam sesungguhnya merupakan do’a seorang muslim terhadap saudara muslimnya. Maka apabila kita mengucap salam dengan hanya menuliskan "Ass", secara tidak sadar mungkin kita malah mendoakan hal yang buruk terhadap saudara kita.

Kalau memang keadaan sedang tidak memungkinkan untuk menulis salam lewat sms dengan lengkap karena sedang menyetir misalnya, solusinya cukup mudah yaitu langsung to the point atau tulis met pagi, siang, malam dan seterusnya. Ini masih lebih baik dibandingkan kita harus memaksakan diri menggunakan singkatan dari Assalamu’alaikum menjadi "Ass".

Setiap Muslim ketika mengucapkan salam, dia akan diganjar dengan kebaikan (pahala). Dan dalam kaidah singkat menyingkat pun sudah diatur oleh Allah dan diajarkan kepada Rasulullah. Dalam suatu pertemuan bersama Rasulullah SAW, seorang sahabat datang dan melewati beliau sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum”. Rasulullah SAW lalu bersabda, “Orang ini mendapat 10 pahala kebaikan.”

Tak lama kemudian datang lagi sahabat lain. Ia pun mengucapkan, “Assalamu‘alaikum Warahmatullah.” Kata Rasulullah SAW, “Orang ini mendapat 20 pahala kebaikan.” Kemudian lewat lagi seorang sahabat lain sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum warahmatullah wa baraokatuh.” Rasulullah pun bersabda, “Ia mendapat 30 pahala kebaikan.” [HR. Ibnu Hibban dari Abi Hurairah]. Nah dari tiga singkatan itu silahkan anda pilih yang mana yang anda inginkan tanpa harus menyingkatnya sendiri yang justru bisa menghilangkan nilai pahalanya.

Satu hal lagi yang perlu diingat adalah ketika kita menuliskan kata Assalamu’alaikum, perlu diperhatikan agar jangan sampai huruf L nya tertinggal sehingga menjadi Assaamu‘alaikum.

Karena apa ? Diriwayatkan bahwa dahulu ada seorang yahudi yang memberi salam kepada Nabi dengan ucapan "Assaamu ‘alaika ya Muhammad" (Semoga kematian dilimpahkan kepadamu).

Dan kata assaamu ini artinya kematian. Kata ini adalah plesetan dari "Assalaamu ‘alaikum" (Ternyata jaman dulu udah ada maen playstation alias plesetan ya). Maka nabi berkata, "Kalau orang kafir mengatakan padamu assaamu ‘alaikum, maka jawablah dengan wa ‘alaikum (Dan semoga atas kalian pula)." [HR. Bukhari]

Jadi alangkah lebih baiknya kalau mulai saat ini kita menyempurnakan tulisan Ass yang tidak punya nilai apa-apa menjadi Assalamu’alaikum yang punya nilai 10 pahala kebaikan. Dan alangkah lebih baik lagi kalau diteruskan sampai Wabarokatuh, cape sedikit ngga papa, insya Allah 30 pahala kebaikan telah kita kantongi :).

Wassalamu’alaikum

For Sale : Harley Davidson Ultra Classic 1996

Harley Davidson Ultra Classic 1996, Merah, Lengkap dengan STNK & BPKB.

Asesoris :

Ban White Wall

Floating Disc

Footstep, Handgrip, Footstep passenger all skull ornament

Head lamp + Fog lamp kristal

Oil Cooler

Knalpot Thundear Header

Tape CD & SD Card Slot

Foto lebih besar bisa dilihat disini :

Foto-1

Foto-2

Foto-3

Foto-4

Foto-5

Foto-6

Hubungi
Erwin
[0816 881 644]

Catatan Akhir Ramadhan….

Ya Allah, betapa kami tak bisa berbuat lebih banyak di ramadhan ini. Betapa kami hanya mampu untuk mereguk nikmat, mereguk senang, tanpa bisa sedikit pun berikan yang terbaik untukMu. Di bulan ini kami lebih banyak meminta ketimbang mengerjakan seruanMu. Ramadhan bagi sebagian dari kami, tak ubahnya sebuah pesta. Ramadhan bagi segolongan dari kami, sekadar ekstravaganza ibadah. Nyaris hanya secuil yang bisa kami maknai kemuliaannya.

Ya Allah, kami ingin mengadu kepadaMu. Meski kami malu karena selalu memalingkan wajah dari perintahMu. Kami mencoba meng-hempaskan beban yang kami derita. Kami ber-upaya untuk membuang semua penat di jiwa kami. Di akhir ramadhan ini kami cuma bisa mengeluh. Bahkan adakalanya keluhan itu bersumber dari kebodohan kami yang buta atas titahMu. Sepertinya kami tak pantas berbagi dengan-Mu. Terlalu banyak persoalan yang sebenarnya bersumber dari kesombongan kami, kejahilan kami, dan dari bebalnya kami.

Ya Allah, ijinkan kami untuk bersimpuh di hadapan-Mu. Melunturkan dosa dan memudarkan penyakit yang berkarat di hati. Meski kami malu membeberkan luka-luka ini. Karena luka yang kami miliki, juga akibat kami belum mampu memenuhi syariatMu. Kami merasa berada di dalam sebuah lorong yang gelap, dingin, sepi dan sunyi. Hati kami terasa kering, meski setiap hari dibasuh dengan kalimat-kalimatMu yang sejuk. Jiwa kami berdebu, meski setiap detik disapu firmanMu. Ramadhan bagi kami, ternyata hanya menyisakan luka, perih, dan sepi.

Sebagian dari kami tak bisa memanfaatkan kesempatan di bulan suci ini. Kami lebih suka menjadikannya sebagai sarana memupuk popularitas dan kekayaan. Kami pilu, ketika sebagian dari kami, umat Nabi Muhammad saw. ini, lebih menikmati ramadhan dengan gemerlap di layar kaca.

Mereka menutupi wajahnya dengan topeng. Bahkan berani menipu kami. Memenjarakan kami ke ruang gelap sebuah kenistaan. Itu sebabnya, hari-hari kami sepanjang ramadhan ini, lebih banyak dihabiskan untuk menemani mereka di layar kaca membawakan program-program spesial ramadhan yang dikemas amat menghibur.

Di akhir ramadhan ini, luluskanlah permintaan kami untuk menyampaikan sesuatu, meski apa yang akan kami sampaikan Engkau pasti sudah mengetahuinya. Kami mencoba meraih sisa-sisa kekuatan kami yang nyaris musnah ditelan kesombongan kami.

Akhir ramadhan yang membosankan kami. Mungkin sebagian dari kami merasa memiliki sesuatu yang berharga untuk menjadi bekal setelah ramadhan. Tapi sebagian lagi dari kami, hanya membawa beban di akhir ramadhan ini.

Engkau pasti tahu, bahwa sebagian besar dari kami selalu tidak ajeg untuk meniti hidup pasca ramadhan. Ramadhan ternyata tidak membuahkan takwa, ramadhan hanya berlalu dan diisi dengan kekosongan.

Ya Allah, pertengahan Ramadhan ini, beberapa selebritis di negeri ini protes kepada sebagian dari kami yang mencoba mengingatkan mereka. Mereka tak rela kehidupannya diusik. Mereka marah besar atas imbauan sebagian dari kami yang menyebutkan mereka cuma islam sesaat. Ya, di bulan raamdhan ini..

Mungkin mereka malu. Bahwa selama ini aktivitasnya memang membuat noda di ramadhan. Tapi kami yakin, sebagian besar dari kami kini sudah cukup merasa paham untuk bersikap. Namun, hal ini tetap menyisakan perih dan pilu di hati kami. Betapa, mereka sudah banyak yang tidak peduli dengan seruanMu. Kami juga mohon maaf, karena hanya bisa mengeluh di hadapan-Mu, tak bisa di depan mereka. Betapa kerdilnya jiwa kami.

Tapi kami masih bisa berharap, bahwa apa yang kami lakukan merupakan wujud peduli kami untuk berbuat yang terbaik. Meski kami yakin banyak sekali kekurangan. Ini juga menjadi catatan akhir ramadhan yang membuat kami harus bekerja lebih giat dan optimal dalam menyebarkan Islam.

Catatan akhir ramadhan yang kurang bagus ini, membuat kami tertantang untuk selalu mengalirkan darah segar untuk perjuangan yang suci ini. Duh…kalau Nabi Muhammad saja bersedih hati ketika Ramadhan berakhir, lalu kenapa kita malah bersuka-cita ?

Ya Allah….Kami mohon ampun kepadaMu, dan berikanlah kekuatan kepada kami untuk terus melaju melawan kedzaliman dan hawa nafsu kami dibulan lainnya.

Allaahummaa innii a’uudzu bika min qalbin laa yakhsya’, wa min ‘ilmin laa yanfa’, wa min ‘ainin laa tadma’, wa min du’aa’in laa yusma’, wa min dzaalikal arba’

Ya Allah, saya berlindung kepadamu dari hati yang tidak khusyu’, ilmu yang tidak bermanfa’at, mata yang tidak bisa meneteskan air mata/menangis, doa yang tidak dikabulkan, sungguh kami berlindung dari ke empat hal itu

 

Allahumma inni as’alukal huda wattuqa wal afafa wal ghina
Ya Allah, aku memohon petunjuk, ketakwaan, penjagaan diri dan kecukupan kepada-Mu
[HR. Muslim 2721, Tirmidzi 3489]

 

Allahumma alhimni rusydi waqini syarra nafsi
Ya Allah, anugerahkanlah kebenaran kepadaku dan lindungilah aku dari kejahatan hawa nafsuku [HR. Tirmidzi 3483, al-Misykat 2476]

 

Ya Muqallibal qulub tsabbit qalbi ala dinika
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu
[HR. Ahmad 11697, Ibnu Majah 3834, Tirmidzi 2140]

Rabbanaa fagh fir lanaa dzunuubanaa wa kaffir ‘annaa say-yi-aatinaa wa tawaffanaa ma’al abraar
Ya Tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari pada kami kesalahan-kesalahan kami dan matikanlah kami bersama orang yang baik-baik

Rabbanaa wa aatinaa maa wa’attanaa ‘alaa rusulika wa laa tukhzinaa yaumal qiyaamati innaka laa tukhliful mii’aad
Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang Engkau janjikan kepada kami melalui Rasul-Rasul-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat.Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.

……………………………………………….

RISMATA Sweeping 2007

Assalamu’alaikum,

Tanggal 7 Oktober kemarin para crew RISMATA ngumpul dirumah saya. Acaranya apalagi kalau bukan buka bersama, dan kesempatan ngumpul gini ngga kita sia-siakan begitu aja. Setelah semua ngumpul sekitar jam 5an dan berbuka dengan yang ringan-ringan, kita langsung sholat maghrib dan setelah itu dilanjutkan dengan rapat.

Rapat ? yap ! Soalnya jarang-jarang RISMATA bisa ngumpul sebanyak ini. Rapat ini sebenernya juga masih pembukaan aja, karena kita kedatangan beberapa orang akhwat yang dengan sukarela mau berkontribusi di RISMATA. Halimah, Mey, Ajeng dan Marni menyatakan siap untuk gabung di RISMATA dengan job desc menyusul ya hehehe…tapi yang pasti kita butuh penyiar lho…Dan tentu aja kita juga butuh RISMATA dibidang keakhwatan alias keputrian.

Begitu juga dengan kaum prianya. Kita kedatangan (calon?) anggota baru dan nampaknya mereka cukup mumpuni di bidang TI. Kita dapat banyak masukan dari mereka tentang bagaimana membangun sebuah radio online streaming di internet. Well guys thanks banget infonya tapi mungkin itu akan jadi projectnya RISMATA yang akan datang.

Setelah rapat/diskusi berlangsung kurang lebih dua jam, sekitar jam setengah sembilan Rizky dan Denny pamit duluan karena udah janjian dengan Bapak Komisaris RISMATA FM. Juga team IT pamit duluan karena besoknya mesti ke kantor. Sementara sisanya siap-siap untuk keliling Jakarta untuk berburu.

Berburu ? he ? berburu apaan ?…Buruan kita malam itu ciri-cirinya sebagai berikut. Bapak-bapak or ibu-ibu, kakek-kakek or nenek-nenek, memakai tas karung di punggungnya atau mendorong/menarik gerobak, berbaju kumel, lecek bin rombeng dan dalam keadaan tidur atau berjalan menyusuri trotoar jalan.

Yap malam itu tanpa rencana yang matang team RISMATA menyusuri jalan-jalan di Jakarta daerah Barat dan Selatan untuk mencari para pemulung, gelandangan, tukang sampah dan orang-orang yang kurang beruntung lainnya. Tujuannya adalah memberikan nasi kotak kepada mereka untuk makan malam atau mungkin untuk makan sahur. Misi itu kita beri nama "RISMATA Sweeping 2007". Nama lucu-lucuan aja kok :).

Formasi dibagi menjadi tiga team. Dua motor didepan berfungsi semacam tim buser untuk mencari "mangsa" dan satu mobil dibelakang untuk membawa nasi kotak. Tim buser jaraknya sekitar 50 meter di depan mobil, dan setiap kali mereka menemukan mangsa, mereka akan mengontak tim di mobil melalui walkie-talkie untuk menyiapkan nasi kotaknya sesuai dengan jumlah mangsa yang dilaporkan oleh tim buser.

Ternyata tidak semudah yang dibayangkan dalam membagikan nasi kotak itu. Kita harus menentukan beberapa kriteria mangsa yang layak atau bisa diberikan nasi kotak. Apabila kita menemukan gerombolan mangsa yang berkumpul lebih dari empat kita memilih untuk melewatkan. Bukannya kita ingin menghalang-halangi rezeki mereka, tapi berhubung nasi kotak yang kita punya jumlahnya terbatas maka kita memilih mangsa yang dalam keadaan sendirian atau maksimal berempat. Karena beberapa pengalaman saya dalam membagikan hal-hal semacam itu ternyata bisa membuat mereka buas dan ganas juga bahkan sampai menggerutu didepan saya kalau ngga kebagian jatahnya. Padahal waktu itu yang saya bagikan hanyalah kaos. Maka demi amannya, kita buat kriteria seperti diatas.

Dalam aksinya, beberapa kali tim buser "menggerebek" mereka dalam keadaan tidur pulas di pinggir jalan, dan ketika kita bangunin yang kita dapat adalah senyum mereka yang indah. Ada juga yang sedang berjalan sambil termenung di pinggir jalan lalu distop oleh tim buser RISMATA mereka nampak kaget bahkan beberapa ada yang ketakutan, takut digaruk oleh kamtib katanya. Tapi setelah tim mobilnya datang dan memberikan nasi kotaknya mereka pun kembali tenang, tersenyum dan berlalu. Sungguh, ekspresi mereka adalah obat lelah kami dalam menjalankan misi ini.

Akhirnya misi pun selesai sekitar jam setengah 1. Nasi kotak tersisa dua yang akan saya berikan ke satpam komplek. Tim buser RISMATA pun perlahan-lahan mulai memisahkan diri dengan tim mobil. Terima kasih kepada temen-temen RISMATA yang sudah membantu terlaksananya misi ini. Semoga apa yang kita lakukan ini mendapatkan tambahan pahala dan sebaik-baik balasan dari Allah. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Wassalamu’alaikum

Foto lebih lengkap ada di rismata.multiply.com

Sempurnakan Arah Kiblat Anda

Ditulis oleh agorsiloku di/pada November 27th, 2006

 

Seberapa tepatkah ketika kita melaksanakan sholat, tepat menghadap Kiblat?.

 

Sholatlah di Mesjid, tentu akan tepat. Bagaimana kalau sedang sholat di rumah, seberapa tepatkah arah Baitullah dengan rumah kita?

 

Jawabnya :

 

“Wah… wah…., butuh peta, butuh teodolit, posisi azimuth bintang, arah Utara, dan sebagainya. Pokoknya hanya orang yang ahli saja deh pada bidangnya yang bisa melakukan hal ini…

 

Tidak juga. Teknologi jaman kini sudah berbeda. Sekarang, saya tahu persis, bahwa selama ini saya sholat ke arah yang salah (kurang tepat), walaupun tempat tinggal saya hanya berbeda 2 blok dari mesjid. Sekarang saya tahu (meskipun tidak persis) bahwa rumah tinggal saya nyaris sama dengan arah kiblat. Jarak rumah ke kiblat menurut garis lurus (tapi saya belum tahu nih, lurusnya mengikuti arah garis pada bidang ekuipotensial atau nggak, tapi tampaknya mengikuti bidang ekuipotensial). Jarak lurus rumah yang saya tinggali dengan Baitullah adalah 7.917,93 km.

 

Dan ini saya dapatkan dengan gratis pula dan hanya butuh waktu kurang dari 2 menit untuk melakukannya. Asyikkan!?

 

Bagaimana caranya?

 

Gunakan Google Earth (ketik kata ini di gugel, donlot programnya, dan jalankan saja).

 
  1. Cari lokasi Baitullah di Arab Saudi.
  2. Tandai dimana lokasi rumah tinggal kita.
 

Gunakan menu ruler dari Google Earth. Klik tempat tinggal kita, lalu geser mouse untuk mencari lokasi Baitullah. Maka garis lurus maya akan dibuat oleh Oom Gugel dan dari garis itu, akan tampak perpotongannya dengan bangunan rumah kita tinggal. Jadi, tahulah kita sekarang berapa jarak rumah tinggal kita dengan Baitullah dan arahnya (mengikuti garis lurus maya yang dibuat).

 

Kenapa tidak mencoba. Juga mesjid yang akan dibangun atau telah dibangun.

 

Tentu juga untuk kepentingan apapun juga. Lebar bangunan 5 x 5 meter persegi pun masih tampak di gugel. Untuk mengukur luas bangunan pun, Oom Gugel masih cukup teliti, selisih perhitungan jaraknya bisa ketelitian 0,25-0,5 meteran. Jadi jarak lurus 100 meter akan variasi antara 99,5 - 100,5 meter. Cukup baik.

 

Kenapa tidak mencoba.

_______________

Silahkan lihat arah kiblat beberapa masjid di link ini. Link yang saya cantumkan diatas memuat gambar beberapa masjid dan arah kiblatnya. Gambarnya baru ada 4 masjid yaitu Masjid At-Taqwa Kemanggisan, Masjid Al-Azhar, Masjid Istiqlal, Masjid Baitul Ihsan di Bank Indonesia. Kalau ingin menambahkan silahkan ke http://www.qiblalocator.com/ dan cari masjid anda disana, dimulai dari nama kota dan jalan. Semoga bermanfaat.

Naurafani Zanetta Achmadi

Assalamu’alaikum,

Alhamdulillah segala puji bagi Allah, akhirnya tanggal 21 Agustus kemarin, Nina istri saya melahirkan seorang putri cantik yang kita beri nama Naurafani Zanetta Achmadi. Nama itu sebenarnya ada tiga bagian yaitu, Naura, Rafani dan Zanetta. Naura bisa berarti cahaya (Nur), Rafani artinya bahagia serta kaya raya dan Zanetta (Spanyol) yang berarti pemberian dari Tuhan (Allah). Nina melahirkan dengan normal di RS. Muhammadiyah, Taman Puring. Bahkan kata dokternya, dari awal kehamilan Nina sampai melahirkan ini adalah contoh kehamilan ideal. Insya Allah pernyataan ini bukan hanya untuk menyenangkan kami saja karena kami justru mendengarnya  bukan dari dokter tersebut tapi dari para suster di kamar bersalin :).

Naura lahir dengan berat 3,2 Kg dan panjang 49 cm. Tapi beberapa hari setelah kelahiran, berat Naura turun menjadi 2,8 Kg dan kata dokter ini normal mengingat dulu ketika didalam rahim Naura bisa dengan bebas dan kapan saja selalu mendapat suplai makanan dari ibunya.

Nina mulai masuk kamar bersalin sekitar jam setengah 9 malam. Malam itu niatnya kita hanya ingin konsultasi dengan dokter, tapi ketika diperiksa ternyata Nina sudah bukaan pertama jadi malam itu kita ngga diperbolehkan pulang. Walhasil episode deg-degan saya pun dimulai. Jam setengah sebelas malam Nina mulai masuk kamar pasien dengan keadaan mulai mules-mules. Saya terus menemani Nina sambil terus berusaha menenangkan Nina.

Sambil menemani Nina, saya mulai mengetik sms untuk minta doanya agar proses kelahiran Nina dimudahkan dan agar Allah memberikan saya hasil yang terbaik. Kenapa saya memohon doa seperti itu, karena di bulan-bulan terakhir kehamilan Nina saya sempat mengalami kekhawatiran. Penyebabnya adalah karena Nina pernah ngomong bahwa dia khawatir kalau pernikahan kami yang manis ini hanya dapat kami rasakan selama satu tahun…Duh suami mana yang ngga khawatir kalau sang istri yang sedang hamil bicara seperti itu :).

Sekitar jam 12an malam sms telah saya kirimkan ke banyak orang termasuk para ustadz yang saya kenal dengan harapan mereka ikut mendoakan saya dan istri. Alhamdulillah antara jam 3-4 pagi sms balasan mulai berdatangan diantaranya adalah Ust. Daud Rasyid, Ust. Subki Al-Bughury, Ust. Adnin Armas, Ust. Henry Shalahuddin dan Ust. Beben. Semuanya mendoakan kami yang terbaik di waktu yang terbaik pula yaitu di sepertiga malam. Hati saya langsung tenang karena kami didoakan para kekasih Allah, orang-orang yang shaleh yang senantiasa bersujud kepada Rabbnya di keheningan pagi. Jazakumullah khairan jaza ya ustadz !

Akhirnya pada jam 06.40 pagi, Nina mulai berjuang melahirkan Naura dibantu oleh dokter Dewi Prabarini dan para suster. Saya pun terus berdiri disampingnya sambil menuntun Nina melafadzkan kalimat Tauhid. Ngga sampai 5 menit prosesnya, tepat pukul 06.45 Naura pun melihat dunia. Tangisan Naura langsung memecahkan kesunyian kamar bersalin. Saya langsung cek setiap centimeter bagian tubuhnya takut ada kelainan. Ternyata semuanya normal tanpa kurang suatu apapun, Alhamdulillah ya Allah !.

Ibu saya yang saat itu juga ada disana tak kuat menahan tangis harunya. Kini ibu punya 3 cucu dan yang paling cantik adalah Naura karena yang 2 lainnya laki-laki semua begitu pula istri kakak saya Aria yang beberapa bulan lagi insya Allah akan melahirkan anak laki-laki. Sekali lagi tak bosan-bosannya kami memohon doa dari teman-teman sekalian agar Allah senantiasa memberikan yang terbaik bagi saya, Nina, Naura dan keluarga. "Karena tidak ada sesuatupun yang paling mulia bagi Allah melainkan do’a" [HR. At-Tirmidzi No. 3370, HR. Ibnu Majah No. 3829]

Amin ya Rabbal ‘Alamin…

Wassalamu’alaikum

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Naurafani Zanetta Achmadi
21.08.2007 - 06.45

Next Page »