September, 2005

Orang yang Buta, Bisu, Tuli dan Lumpuh

Assalamu’alaikum wr wb

Muslimcouple190

Setiap orang pasti menginginkan sosok pendamping yang ideal untuk
teman hidupnya. Banyak kriteria yang akan disebutkan ketika seorang
lelaki ditanya tentang sosok wanita yang ingin dijadikan partner
hidupnya. Kriteria standard laki-laki biasanya wanita itu harusnya yang
berwajah cantik, berbadan sexy, model atau calon model atau paling ngga
mendekati kriteria model lah. Trus biasanya juga milih yang gaul dalam
artian, diajak kesana kemari bisa nyambung. Sebaliknya pun begitu
dengan wanita.

Jarang ada orang ketika ditanya kriteria pasangan idealnya, dia memilih yang buta, bisu, tuli dan lumpuh.

Tapi alangkah indahnya kalau pasangan itu seorang yang "buta" dalam
artian, matanya terjaga dari penglihatan yang diharamkan. "Bisu" dalam
artian mulutnya selalu menghindari ghibah (gosip) dan omongan yang ngga
perlu, lalu sebagai gantinya mulut itu rajin melafazkan nama-Nya.
Alangkah indahnya seseorang itu "tuli" dalam artian, telinganya
diharamkan untuk mendengar sesuatu yang kotor dan jelek dan sebagai
gantinya, dia selalu menangis ketika ayat-ayat-Nya dilantunkan.

Dan alangkah indahnya ketika seseorang itu "lumpuh" dalam artian,
kakinya menjauh dari tempat-tempat yang dilarang dan penuh kemaksiatan,
dan sebagai gantinya, dia dengan ikhlas selalu melangkahkan kedua kaki
tersebut menuju tempat yang diridhai-Nya dan merenungi apa yang telah
dia perbuat untuk persiapan di hari akhir nanti….

"Wanita-wanita
yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki
yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula), dan
wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki
yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)"

[QS An Nuur :26]

Wassalamu’alaikum wr wb

Percakapan

Rasulullah: Ayyul khalqi ajabu ilaikum imanan ?
Mahluk manakah yang keimanannya mencengangkan kalian ?

Sahabat : Malaikat, Ya Rasul Allah

Rasulullah: Bagaimana malaikat tak beriman, bukankah mereka berada di samping Tuhannya ?

Sahabat: Para nabi, Ya Rasul Allah

Rasulullah: Bagaimana nabi tak beriman, bukankah kepada mereka turun wahyu Tuhan ?

Sahabat: Kami, para sahabatmu, Ya Rasul Allah

RAsulullah: Bagaimana kalian tidak beriman, bukankah aku ditengah-tengah kalian ?

Sahabat: Kalau begitu , siapakah mereka Ya Rasul Allah ? Siapa gerangan mereka yang imannya paling mempesona ?

Rasulullah: Yang paling menakjubkan imannya adalah mereka yang datang sesudahku beriman padaku, padahal tidak pernah melihatku dan berjumpa denganku. Yang paling mempesona imannya adalah mereka yang tiba setelah aku tiada tapi membenarkanku tanpa pernah melihatku.

Sahabat: Bukankah kami ini saudaramu juga, Ya Rasul Allah ?

Rasulullah: Kalian adalah sahabat-sahabatku. Saudaraku adalah mereka yang tidak pernah berjumpa denganku. Mereka beriman pada yang ghaib, mendirikan salat, menginfakkan sebagian rezeki. Alangkah bahagianya aku memenuhi mereka…

[Tafsir Ibnu Katsir I/84-85, Taudlih al-Afkar 2/349]