Bersujudlah….


Assalamu’alaikum wr wb

Kata
"sujud" banyak disebutkan dalam al Qur’an yang jumlahnya melebihi lima
puluh kali. Hakikat sujud hanya bisa kita rasakan ketika manusia
mengetahui dan paham kepada siapa mereka menyembah. Dia yang
menciptakan alam semesta ini, Dia yang menyempurnakan bentuk jiwa dan
raga manusia, Dia yang memberikan nikmat kepada seluruh mahluk-Nya.
Hanya Allah-lah yang patut disembah. Allah dengan kasih sayang-Nya
memerintahkan seluruh manusia untuk sujud, tunduk dan patuh kepada-Nya,
tapi manusia dengan segala sifat sombongnya kadang tidak atau belum
mengerti makna dari perintah tersebut.

Allah Yang Maha Mulia dan
Maha Kaya tidak memerlukan seluruh manusia untuk sujud kepada-Nya,
karena apabila seluruh mahluk di muka bumi ini bersujud kepada-Nya, hal
itu tidak menambah sifat mulia dan tidak pula menjadikan kerajaan-Nya
semakin besar, karena memang hanya Allah-lah yang mempunyai kuasa yang
paling besar dan luas. Dia-lah Sang Maha Raja yang tidak membutuhkan
mahluk-Nya untuk membuat kerajaan-Nya besar.

Allah telah
berfirman dalam satu hadits qudsi yang diriwayatkan dari Abu Dzar Al
Ghifari radhiallahuanhu dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa
sallam, "Wahai hambaku seandainya
sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir, dari
kalangan manusia dan jin semuanya berada dalam keadaan paling bertakwa
diantara kamu, niscaya hal tersebut tidak menambah kerajaan-Ku
sedikitpun. Wahai hamba-Ku seandainya sejak orang pertama diantara
kalian sampai orang terakhir, dari golongan manusia dan jin diantara
kalian, semuanya seperti
orang yang paling durhaka diantara kalian, niscaya hal itu tidak mengurangi kerajaan-Ku"

Subhanallah,
Allah telah menyatakan bahwa Dia tidak memerlukan mahluk-Nya untuk
membuat kerajaan-Nya semakin mulia. Manusia-lah yang membutuhkan Allah,
manusia-lah mahluk lemah yang senantiasa membutuhkan karunia dan
pertolongan dari-Nya. Setiap detik, setiap jam dan setiap saat manusia
dalam keadaan miskin, bangkrut dan membutuhkan kekayaan-Nya. Maka
mengapa masih ada manusia sombong yang mengatakan bahwa apa-apa yang
dihasilkannya itu adalah murni dari hasil usahanya sendiri sehingga
lupa atau sengaja melupakan diri untuk bersujud, bersyukur dan
menyembah-Nya.


Salah
satu wujud rasa syukur yang bisa dilakukan oleh manusia adalah sujud
syukur yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Diriwayatkan
dari Abi Bakrah bahwa Rasulullah saw apabila mendapatkan kabar yang
menyenangkan, maka beliau tunduk sujud karena Allah [Sunan Abu daud 2/534].

Sujud
syukur bagi beberapa orang mungkin telah melupakannya, atau malah bagi
sebagian lain, sujud syukur ini begitu diumbar sehingga tempat dan
kondisi tidak lagi diperhatikan sebagai kelayakan untuk melakukan sujud
syukur. Misalnya, kita sering melihat ketika seorang penyanyi yang
berpakaian serba mini yang ketika memenangkan sebuah perlombaan
menyanyi, maka dia pun sujud syukur dan entah disadari atau tidak,
auratnya pun terbuka. Astaghfirullah, kita berlindung kepada Allah dari
sifat khilaf seperti itu.

Sujud
adalah bentuk rasa syukur dan penghambaan manusia kepada Tuhannya yang
paling Mulia. Banyak penelitian dari sisi ilmiah tentang manfaat sujud
yang dikatakan semakin sering kita sujud maka akan membawa manfaat yang
baik untuk sisi jasmani seorang manusia karena ketika sujud, bagian
otak mendapatkan pasokan darah yang mengalir dengan lancar.

Terlepas
dari shahih atau tidaknya penelitian tersebut, hendaknya manusia
memahami bahwa ketika dalam posisi sujud, bagian belakang yang
merupakan tempat kotor, berada diatas bagian kepala dan wajah. Posisi
tersebut mengingatkan kita bahwa bagian kepala (pikiran) dan wajah
manusia adalah tempat berkumpulnya bibit-bibit dosa, diantaranya adalah
mata dan lidah. Bagian tersebut bisa menjadi bagian yang lebih kotor
dibandingkan bagian belakang apabila tidak terjaga.

Maka sudah
sepatutnya manusia bersujud sambil merasa malu, takut dan
"menyembunyikan" wajahnya yang telah dikotori dan hina ketika sedang
berkomunikasi dengan Tuhannya sambil terus memohon ampun atas segala
dosa yang telah dilakukan. Bersyukur atas segala nikmat yang
diberikan-Nya tanpa pamrih, atas setiap hembusan nafas dan atas semua
yang telah ditetapkan bagi manusia. Sujudlah untuk meraih ridha-Nya,
kenali dan dekati Dia, bukankah saat-saat manusia paling dekat dengan
Tuhannya adalah ketika bersujud ? dan juga inginkah kita menjadi teman
dari seorang nabi kita yang mulia, Rasulullah saw di surga nanti ?.

Karena Rabi’ah ibn Malik al-aslami pernah bertanya sambil memohon kepada Rasulullah saw,  "Wahai Rasulullah, saya memohon kepadamu agar dapat menjadi temanmu di surga". Rasulullah saw berkata, "Apakah ada yang lainnya ?". Rabi’ah ibn Malik menjawab, "Cukup itu saja". Lalu Rasulullah saw pun bersabda, "Tolonglah aku untuk memperbanyak sujud".[HR. Muslim 1046, Abu Dawud 1320, an-Nasa'i 1136].

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami,
adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami),
mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya,
sedang mereka tidak menyombongkan diri.
[QS : As Sajdah 15]


Wassalaamu’alaikum wr wb



1 Comment so far

  1.   Lili on November 29th, 2005

    Ketika kita sujud ada satu titik aliran darah segar yg mengalir di pembuluh otak kepala kita, dan saat itu titik aliran darah yg mengalir bisa menyegarakan pikiran kita kembali, bahkan badanpun ikut terasa segar. Titik aliran darah itu hanya bisa di capai apabila org sedang bersujud lebih dari 1 menit.

    Subhanallah, betapa sholat itu sehat yah.

    Coba deh Kang Indra cari di internet ttg sujud dari segi kesehatan, ummi lupa pernah baca dimana, kalau seorang peneliti dari eropa akhirnya menjadi mualaf karena masalah sujud dan titik darah tadi.

    kang Indra kang rajin tuh searching di search engine..he.he..

    Khaifa halakum akhi?

Leave a Reply