January, 2006

Resensi buku : Wajah Peradaban Barat

Assalamu’alaikum wr wb,


Ada buku menarik yang perlu anda baca minggu-minggu ini. Buku itu
berjudul, "Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi
Liberalisme-Sekularisme", karya Adian Husaini, kandidat Doktor/Ph.D
bidang Islamic Civilization di International Institute of Islamic Thought and Civilization-International Islamic University
(ISTAC-IIUM). Setidaknya, ini adalah buku penting yang bisa anda
jadikan pegangan untuk melihat wajah asli Barat beserta "copy-paste"
nya sekarang ini.

Alhamdulillah, buku yang telah lama saya
rencanakan untuk membelinya ternyata malah seorang teman memberikan
buku ini sebagai hadiah. Dan yang membuat saya terharu adalah, teman
itu tinggal jauh di Canada dan belum pernah bertemu atau berkomunikasi
langsung lewat telpon dengan saya sekalipun. Semoga Allah membalas
kebaikanmu sis.

Oke back to topic. Ya peradaban Barat memang
bisa membuat mata kita silau, saya sendiri termasuk yang pernah cukup
silau dengan peradaban Barat tapi untungnya tidak sampai menyebabkan
kebutaan. Seperti kita bisa lihat di Indonesia saat ini serbuan
kebudayaan Barat sangatlah gencar. Yang terkena imbasnya adalah hampir
semua lapisan masyarakat dan yang paling telak mengena adalah remaja
dan kaum muda di kota-kota besar. Cara bicara dan berpakaian, bahkan
menghibur diri pun kini orang kebanyakan menggunakan ukuran-ukuran
kesenangan orang Barat. Term seperti clubbing, raving or rave party, lalu pagelaran event Miss Universe yang membuat para wanita derajatnya direndahkan secara tidak sadar dan diming-imingi dengan popularitas dan uang dan yang semacamnya itu darimana lagi datangnya kalau bukan dari Barat. Hal-hal semacam itu sekarang sudah mulai menguat di Indonesia.

Anda tahu Playboy ? atau minimal pernah mendengar tentang majalah bugil
yang berasal dari US tersebut ? Ya, majalah bugil yang dipimpin oleh
Hugh Hefner itu rencananya kalau tidak ada aral melintang (wich is
pasti ada), akan terbit untuk pertama kalinya awal Maret
di Indonesia dan negara ini merupakan tempat kedua setelah Jepang !.
Kaget ? rasanya tidak perlu juga, walaupun buku "Wajah Peradaban Barat"
ini tidak membahas masalah tentang majalah Playboy yang akan terbit
itu, tapi paling tidak buku ini mengindikasikan bahwa hal-hal semacam
itu kedepannya adalah sudah menjadi agenda Barat untuk menggempur
nilai-nilai ketimuran yang masih dipegang erat di Asia, khususnya
Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia.

Barat
memang sejak dulu memang menjadi peradaban yang dominan dan banyak
orang yang takjub dan bangga dengan peradaban Barat. Sayangnya tidak
semua orang benar-benar paham apa inti sebenarnya dan efek dari
peradaban Barat terhadap bangsa Timur, khususnya Indonesia. Pembahasan
Barat oleh Adian dalam buku ini cukup lengkap, mulai dari siapa yang
disebut Barat, pandangan Barat terhadap agama, perselingkuhan Barat
dengan zionisme, pandangan Barat terhadap
Islam-fundamenlisme–terorisme, benturan peradaban, invasi Barat dalam
pemikiran Islam dan the end of the West

Pemikiran Barat tentu
tidak semuanya kita tolak mentah-mentah. Ada hal-hal yang baik,
misalnya dalam hal sains dan teknologi, yang bisa kita ambil dari
Barat. Buku ini tidaklah bermaksud menciptakan sifat apriori terhadap
Barat, tapi lebih membuat pembaca lebih waspada dan jeli tentang esensi
dari peradaban Barat itu.

Buku ini merupakan salah satu karya
terbaik Adian Husaini. Studi Doktornya di ISTAC-IIUM, makin menambah
kedalaman pemikiran Adian dalam membedah kulit dan jeroan Peradaban
Barat. Tidak heran, bila buku dengan cover berwajah klasik ini, sarat
dengan referensi-referensi ilmiah baik karya ilmuwan klasik maupun
kontemporer. Karena itu buku ini sangat layak dijadikan referensi dalam
meneropong tingkah laku kebijakan dan politik Barat di dunia saat ini.

Wassalamu’alaikum wr wb

New year means new “books” ?

End of year

Assalamualaikum wr wb,

Ngga
terasa sekarang kita telah berada di awal tahun. Waktu seperti
terasa begitu cepat berjalan. Rencana dan tujuan berlibur pun mulai
banyak dipertanyakan dari temen-temen kita. Ada yang punya rencana ke
pantai, backpacking, party all night long dan banyak lagi rencana
lainnya untuk menyambut tahun baru ini dan yang pasti harus lebih baik
dibanding tahun-tahun sebelumnya. Semua manusia di muka bumi ini tentu
akan berharap mendapatkan yang lebih baik di tahun yang akan datang.
Semangat baru, pacar baru, mobil baru, pekerjaan baru dan semua yang
"fresh from the oven".

Tapi ternyata di awal tahun
kemarin, sebagian dari kita malah seperti sudah kehilangan
harapan-harapan itu beserta hilangnya pula mimpi-mimpi mereka.
Harapan-harapan mereka runtuh bersamaan dengan runtuhnya bangunan rumah
mereka yang diterjang bencana. Mimpi-mimpi mereka hilang bersamaan pula
dengan hilangnya suami,istri,anak,sanak saudara dan harta benda mereka
yang dihanyutkan oleh ombak bencana.

Seperti terasa baru kemarin
kita dikejutkan oleh berita di penghujung tahun yang membuat semua
manusia terperangah karena terjadinya bencana alam yang sungguh hebat
dan memakan ribuan bahkan puluhan ribu korban meninggal. Saat itu
disetiap media massa memuat berita yang sama dan bermunculan pula
website, blog yang mengkhususkan diri untuk menampung informasi, dan
sumbangan dari segala penjuru daerah di tanah air ini. Semoga kita
belum lupa atas apa yang terjadi setahun kemarin.

Jika hidup ini
seperti buku yang dipercayakan oleh Allah kepada kita untuk menulisnya.
Maka kita bisa mengisinya sesuai dengan keinginan kita, akan kita isi
dengan kebaikan dan manfaat atau coretan-coretan yang memalukan. Buku
macam apa yang sedang kita tulis ? Apakah buku pengetahuan, buku agama,
buku filsafat, buku keuangan, ataukah buku pornografi.

Semua
tergantung apa yang paling sering kita lakukan dan apa yang paling kita
kejar dalam hidup ini. Tapi di buku yang berjudul kehidupan ini tak
seorangpun yang tahu berapa halaman lagi yang tersisa. Jika halaman
telah habis maka buku itu akan dikembalikan kepada Sang Pemilik. Buku
yang indah dan bermanfaat akan ditempatkan ke tempat terhormat di
sisi-Nya sedangkan yang tak bermanfaat akan dicampakkan atau dibakar
sebagai sampah.

Dan sekarang lembaran baru dari buku kehidupan
kita akan segera datang menyapa. Banyak janji yang terucap dan tak
sedikit pula rencana yang dibuat. Entah apakah di tahun baru kali ini
segala janji dan rencana itu akan terlaksana dan sudah menjadi hal yang
lumrah bagi sebagian besar masyarakat dunia bahwa tahun baru adalah
sesuatu yang identik dengan perayaan yang sebenarnya kalau dalam
konteks Islam maka hal itu tidak ada. Bahkan beberapa dari kita mungkin
akan bingung ketika ditanya tentang kapan tahun baru itu menurut
penanggalan Islam.

Perayaan tahun baru seperti apa yang akan
anda lakukan tahun ini ? check-in di hotel ? partying at the clubs or
beach while drinkin vibe, illusion or maybe weed smokin ? Atau mungkin
lebih memilih berpikir -agar kita lebih termotivasi untuk menjadi lebih
baik di tahun yang akan datang- andaikan lusa adalah kiamat, saat
langit terguncang dan gunung beterbangan orang yang tanpa dosa pun
takut lalu bagaimana dengan orang yang bertahun-tahun hidup dengan dosa.

Terdapat
perbedaan besar antara terompet tahun baru dengan terompet sangkakala,
yang satu menggambarkan kesenangan dan yang satu lagi menggambarkan
ketakutan dan kesedihan yang amat sangat. Let’s just hope this end of
the year doesn’t turn into the end of….

Tapi sungguh Allah
selalu mempunyai hamba-hamba yang cerdas. Mereka menyifati dunia dengan
bijaksana dan takut akan fitnah. Ketika melihat dunia ini, maka mereka
akan segera menyadari bahwa dunia bukanlah negeri yang abadi. Mereka
menganggapnya lautan penuh deru ombak lantas mereka jadikan perbuatan
shaleh sebagai perahunya. Semoga kita termasuk para hamba itu.
Semoga….

Wassalamu’alaikum wr wb