New year means new “books” ?
End of year
Assalamualaikum wr wb,
Ngga
terasa sekarang kita telah berada di awal tahun. Waktu seperti
terasa begitu cepat berjalan. Rencana dan tujuan berlibur pun mulai
banyak dipertanyakan dari temen-temen kita. Ada yang punya rencana ke
pantai, backpacking, party all night long dan banyak lagi rencana
lainnya untuk menyambut tahun baru ini dan yang pasti harus lebih baik
dibanding tahun-tahun sebelumnya. Semua manusia di muka bumi ini tentu
akan berharap mendapatkan yang lebih baik di tahun yang akan datang.
Semangat baru, pacar baru, mobil baru, pekerjaan baru dan semua yang
"fresh from the oven".
Tapi ternyata di awal tahun
kemarin, sebagian dari kita malah seperti sudah kehilangan
harapan-harapan itu beserta hilangnya pula mimpi-mimpi mereka.
Harapan-harapan mereka runtuh bersamaan dengan runtuhnya bangunan rumah
mereka yang diterjang bencana. Mimpi-mimpi mereka hilang bersamaan pula
dengan hilangnya suami,istri,anak,sanak saudara dan harta benda mereka
yang dihanyutkan oleh ombak bencana.
Seperti terasa baru kemarin
kita dikejutkan oleh berita di penghujung tahun yang membuat semua
manusia terperangah karena terjadinya bencana alam yang sungguh hebat
dan memakan ribuan bahkan puluhan ribu korban meninggal. Saat itu
disetiap media massa memuat berita yang sama dan bermunculan pula
website, blog yang mengkhususkan diri untuk menampung informasi, dan
sumbangan dari segala penjuru daerah di tanah air ini. Semoga kita
belum lupa atas apa yang terjadi setahun kemarin.
Jika hidup ini
seperti buku yang dipercayakan oleh Allah kepada kita untuk menulisnya.
Maka kita bisa mengisinya sesuai dengan keinginan kita, akan kita isi
dengan kebaikan dan manfaat atau coretan-coretan yang memalukan. Buku
macam apa yang sedang kita tulis ? Apakah buku pengetahuan, buku agama,
buku filsafat, buku keuangan, ataukah buku pornografi.
Semua
tergantung apa yang paling sering kita lakukan dan apa yang paling kita
kejar dalam hidup ini. Tapi di buku yang berjudul kehidupan ini tak
seorangpun yang tahu berapa halaman lagi yang tersisa. Jika halaman
telah habis maka buku itu akan dikembalikan kepada Sang Pemilik. Buku
yang indah dan bermanfaat akan ditempatkan ke tempat terhormat di
sisi-Nya sedangkan yang tak bermanfaat akan dicampakkan atau dibakar
sebagai sampah.
Dan sekarang lembaran baru dari buku kehidupan
kita akan segera datang menyapa. Banyak janji yang terucap dan tak
sedikit pula rencana yang dibuat. Entah apakah di tahun baru kali ini
segala janji dan rencana itu akan terlaksana dan sudah menjadi hal yang
lumrah bagi sebagian besar masyarakat dunia bahwa tahun baru adalah
sesuatu yang identik dengan perayaan yang sebenarnya kalau dalam
konteks Islam maka hal itu tidak ada. Bahkan beberapa dari kita mungkin
akan bingung ketika ditanya tentang kapan tahun baru itu menurut
penanggalan Islam.
Perayaan tahun baru seperti apa yang akan
anda lakukan tahun ini ? check-in di hotel ? partying at the clubs or
beach while drinkin vibe, illusion or maybe weed smokin ? Atau mungkin
lebih memilih berpikir -agar kita lebih termotivasi untuk menjadi lebih
baik di tahun yang akan datang- andaikan lusa adalah kiamat, saat
langit terguncang dan gunung beterbangan orang yang tanpa dosa pun
takut lalu bagaimana dengan orang yang bertahun-tahun hidup dengan dosa.
Terdapat
perbedaan besar antara terompet tahun baru dengan terompet sangkakala,
yang satu menggambarkan kesenangan dan yang satu lagi menggambarkan
ketakutan dan kesedihan yang amat sangat. Let’s just hope this end of
the year doesn’t turn into the end of….
Tapi sungguh Allah
selalu mempunyai hamba-hamba yang cerdas. Mereka menyifati dunia dengan
bijaksana dan takut akan fitnah. Ketika melihat dunia ini, maka mereka
akan segera menyadari bahwa dunia bukanlah negeri yang abadi. Mereka
menganggapnya lautan penuh deru ombak lantas mereka jadikan perbuatan
shaleh sebagai perahunya. Semoga kita termasuk para hamba itu.
Semoga….
Wassalamu’alaikum wr wb