Pamit….
Wahai rembulan bijak,
temanilah jiwa masam ini
melewati garangnya rahang malam.
Tak kusadari kini diri terjauh dari malaikat pagi.
Malam ini hanya ingin kucumbui kain turki.
Biarlah semua memandang seakan menerkam.
Biarlah mereka mengaum dan menerjang.
Diri ini akan tetap berdiri kelu termangu.
Menanti pagi menunggu pasti.
Duhai pekat,
akankah satu saat kau tampakkan wujudmu.
Ceritakanlah rahasia manusia
yang selalu mereka sembunyikan padamu,
sebagai bekal diri menapaki senja
menuju kiblat-Nya…..
*Pamit ya and wish me luck
SubhanAllah…selamat menikmati indahnya rembulan fajar al-Haram ya akhi…
puisinya bagus
mmm…baguss banget..
tapi yg pokok bukan bagusnya..tapi bobotnya..
walau kata2nya komplek dan bth waktu pemaknaannya..tapi kesan didalamnya lebih kental..
pokonya subhanalah bagussss…
brainstorming..make life meaningfull ya…