August, 2006

17 Agustusan…

Assalamu’alaikum,

Hari Kamis tanggal 17 Agustus kemarin, ustadz Hayat atau akhi Hayat, begitu kami memanggilnya, yang mengajar tahsin dirumah saya mengadakan lomba cerdas cermat tahsinul Qur’an. Lomba yang sudah direncanakan dari sebulan yang lalu ini mengambil tempat di masjid At-Taqwa Kemanggisan.

Ustadz Hayat yang selain mengajar di Walisongo, juga mengajar di beberapa tempat lain itu punya beberapa murid di sekitar Jakarta Barat. Sehingga oleh beliau terbersitlah untuk mengadakan cerdas cermat tahsinul Qur’an kecil-kecilan. Ada lima team yang ikut bertanding, yaitu dari Awaluddin (nama masjid di daerah Tanah Abang), Kebon Jeruk, Petamburan, Kwitang dan tentu saja…Kemanggisan :D

Lomba berlangsung cukup meriah dan semakin hangat karena masing-masing team belum pernah bertemu sebelumnya. Jadi acara ini juga sekaligus ta’aruf dengan murid-murid akhi Hayat yang lain yang selama ini hanya saya dengar dari cerita-cerita beliau saja. Soal-soal yang diajukan adalah seputar tajwid, makhorijul huruf, hukum-hukum waqaf (waqaf mamnu’, al waslu aula, jaiz, dll), kelancaran membaca, hafalan surat dan soal-soal umum seputar Indonesia. Soal yang jenis terakhir itu memang sengaja dimasukkan soalnya pas 17an.

Juara pertama diraih team dari Kwitang, juara kedua oleh team Kb. Jeruk dan juara ketiga dari team Kemanggisan ! huhuhu…lumayanlah. Di salah satu babak yaitu babak rebutan yang kalau salah menjawab nilainya dikurangi satu point, saya melakukan kesalahan yang cukup fatal yaitu ketika diminta untuk menyebutkan nama-nama nabi secara berurutan. Padahal dirumah hafal luar kepala lho, eh pas disana kok jadi deg-degan dan buyar semuaa huhuhu…Tapi saya puas dengan hasil yang didapat. Paling tidak dengan adanya event ini saya bisa menambah teman-teman baru dan semakin termotivasi untuk terus belajar, terutama tentang Islam. Semoga anda pun begitu :). Yuk ngaji yuukkss :D

Wassalamu’alaikum

Yang Maha Adil

Assalamu’alaikum,

Hari Selasa tanggal 15

Agustus kemarin saya ikut bazar yang diadakan oleh ibu-ibu pengajian

As’Syafaat Kemanggisan. Bazar diadakan di lapangan masjid At-Taqwa yang

cukup luas dan bisa menampung kira-kira sekitar 30 stand. Informasi

tentang bazar ini saya dapatkan dari spanduk besar yang dipasang di

jalan-jalan sekitar Kemanggisan dan info pemesanan standnya saya dapatkan

dari pengurus masjid yang kebetulan juga teman ibu saya. Setelah saya

telpon orangnya dan menanyakan harga stand, ternyata cukup mahal yaitu 100

ribu rupiah. Kenapa saya katakan mahal karena bazar pertama yang saya

ikuti yaitu di Greenleaf minggu lalu hanya berharga 50 ribu rupiah.

Tapi setelah saya pikir-pikir mungkin memang harga itu cukup sepadan,

dan akhirnya saya jadi menyewa stand disana. Saya hitung-hitung, berarti

paling tidak kebab yang terjual haruslah sekitar 16 bungkus kebab kecil

atau 12 kebab besar. Itu pun hanya untuk supaya bisa balik modal menyewa

stand dan tanpa keuntungan. Dirumah saya coba buat sedikit dulu yaitu 48

kebab.

Bazar sudah dibuka sejak jam 9 pagi, tapi saya baru bisa

hadir disana sekitar jam 10. Sampai disana sudah banyak pengunjung dan

peserta bazar. Setelah saya dan pegawai merapikan meja, saya keliling

bazar untuk melihat kompetitor saya yang lain. Rata-rata peserta bazar

menjual makanan lokal seperti ketupat sayur, gado-gado, dan

kerupuk-kerupuk yang sepertinya lebih mengena di hati masyarakat sekitar

Kemanggisan. Saya pun mulai pesimis. Panggangan yang saya bawa dari rumah

tidak jadi saya keluarkan, karena saya berpikir sepertinya kebab saya

nanti banyak yang tersisa.

Beberapa menit

kemudian saya melihat stand saya dikerubungi oleh banyak orang.

Subhanallah ! saya langsung menuju kesana. Ketika makin mendekati stand,

saya melihat ada yang aneh, semua mata orang disana bukan tertuju ke stand

saya tapi ke samping kanan stand. Di sebelah kanan saya memang ada

beberapa tumpukan kardus besar yang ternyata adalah sembako, dan mereka

yang didepan stand saya itu adalah warga sekitar yang sedang mengantri

pembagian sembako.

Duh hati saya kecewa saat itu, saya melihat

jam sudah jam 11.30 dan melihat pengalaman bazar yang dulu pernah diadakan

di tempat yang sama, biasanya bazar mulai sepi setelah dzuhur. Dan ini

sudah mendekati dzuhur sedangkan saya lihat kebab saya masih tersisa

banyak. Yang membuat saya kuatir juga adalah mereka mengantri tepat

didepan stand saya dan menutupi pengunjung yang lain untuk hanya sekedar

melihat stand kebab saya. Ketika melihat satpam yang saya kenal di sekitar

antrian itu, saya terpikir untuk minta tolong agar para pengantri itu

dirubah arah mengantrinya sehingga tidak menutupi stand saya. Lumayan,

satpam yang saya kenal itu berwajah cukup sangar, pasti bisa membuat

mereka menyingkir.

Tapi setelah melihat rata-rata yang mengantri

itu adalah ibu-ibu yang membawa anak-anaknya dan sepertinya berasal dari

kelas menengah kebawah, saya jadi sungkan. Akhirnya saya urungkan rencana

saya untuk minta bantuan satpam merubah arah antrian mereka yang cukup

panjang dari stand saya. Saya pasrah, saya berpikir, yang sedang mereka

lakukan adalah menjemput rezeki, sama dengan saya lalu kenapa saya merasa

berhak mengatur mereka. Mereka sedang berikhtiar, begitu juga saya dan

saya yakin Allah Maha adil dalam membagi rizkinya. Kalau memang saat itu

kebab saya tidak terjual banyak dan tidak mendapat keuntungan maka mungkin

itu adalah kehendak Allah. Saya ikhlas…

Beberapa menit

setelah itu, ibu saya minta diantar pulang. Akhirnya ibu saya antar pulang

dengan meninggalkan stand kebab saya yang "ramai". Sampai dirumah saya

main-main sebentar dengan Farrell, keponakan saya yang makin lucu. Tidak

lama saya main-main dengan Farrell, sekitar 5-10 menitan setelah adzan

dzuhur, Dayat, pegawai saya menelpon. Dengan nada seperti terburu-buru si

Dayat bilang,

"Akhi, antum

cepetan kesini ya bawa roti kebab yang besar 30 lembar, kita dapet pesanan

akh, cepetan ya !"

Seketika itu juga saya langsung

berangkat lagi menuju tempat bazar dengan membawa 30 lembar roti kebab.

Didepan stand saya masih ada antrian panjang. Sampai disana saya tanya ke

Dayat,

"Yat, ini sisa kebab

yang tadi kita bikin kan masih ada, kenapa ini ngga diabisin dulu ? Trus

kok antrian panjang bin rapet gini bisa ada yang beli kebab kita?".

Dengan wajah sumringah, Dayat menjawab,
"Akhi, sisa kebab ini juga udah ada yang mesen dan yang

mesen itu minta tambah 30 kebab lagi! dan yang mesen itu ketua panitia

bazar pas dia lewat didepan stand kita untuk ngatur antrian sembako.

Ternyata setelah ngeliat stand kita, dia langsung mesen banyak akh buat

panitia yang lain".

Mendengar jawaban Dayat, saya sempat

terdiam sampai Dayat nyeletuk, "Akh,

daripada antum bengong-bengong gitu kaya orang sakit mending bantuin ana

bungkusin kebab, gimana ?".

Buru-buru saya bantu Dayat

melipat kebab dan membungkusnya lalu memasukkannya ke plastik. Tidak

sampai 10 kebab saya bungkus, saya bilang sama Dayat, "Yat antum terusin deh ana ngga tahan lagi

nih, ana mau dzuhur dulu". Jadilah dzuhur itu banjir airmata

karena….kebab saya hari itu terjual sebanyak 83 bungkus !. Sesuatu yang

tidak akan terjadi apabila saat itu saya jadi minta tolong satpam untuk

merubah antrian. Sungguh ini adalah skenario yang cantik dari-Nya. Allah

memang Maha Adil. Semoga ada pelajaran yang bisa diambil dari kisah saya

ini.

Alhamdulillah Ya

Allah….Jadikanlah hamba-Mu yang dhaif ini seorang yang pandai mensyukuri

nikmat-Mu…

Wassalamu’alaikum

MP3 Kajian : Adian Husaini M.A - Menelaah Peran Zionis dalam Keruntuhan Daulah Utsmani

Kejayaan Islam di benua Eropa antara lain ditandai dengan berkembangnya wilayah kedaulatan Khilafah Usmaniah Turki. Selama berabad-abad, kerajaan Islam tersebut berhasil menancapkan pengaruhnya di Eropa Timur, Balkan, dan Mediterania. Seiring bergulirnya waktu, pengaruh itu berangsur pudar. Menjelang masa-masa kejatuhannya, muncul pemimpin Khilafah Usmaniah terakhir yakni Sultan Abdul Hamid II.

Dengan segala daya yang ada, ia mencoba untuk terus mempertahankan dienul Islam di wilayah-wilayah kekuasaannya dari bahaya yang semakin mengancam, khususnya dari kekuatan Barat dan Yahudi. Tapi sayangnya pada tanggal 13 Maret 1909, kekuasaan Sultan Abdul Hamid II digulingkan. Apa yang terjadi ? Insya Allah jawabannya ada di dalam kajian ini yang diadakan oleh INSISTS pada tanggal 12 Agustus lalu yang materinya disampaikan oleh Adian Husaini M.A dengan tema, Menelaah Peran Zionis dalam Keruntuhan Daulah Utsmani.
______________________________________________________________________

Adian Husaini, MA, lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia, pada tanggal 17 Desember 1965. Pendidikan Islam diperoleh dari Madrasah Diniyah Nurul Ilmi Bojonegoro (1971-1977), Pondok Pesantren Ar Rasyid Kendal Bojonegoro (1981-1984), Pondok Pesantren Ulil Albab Bogor (1988-1989), dan Lembaga Pendidikan Bahasa Arab, LIPIA Jakarta (1988).

Gelar Master dalam bidang Hubungan Internasional diperoleh dari Pasca Sarjana Program Hubungan Internasional Universitas Jayabaya Jakarta, dengan tesis berjudul "Pragmatisme Politik Luar Negeri Israel". Saat ini sedang menempuh pendidikan program Ph.D. di Institute of Islamic Thought and Civilization-International Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM).

Aktivitas ilmiah dan organisasi adalah sebagai peneliti di Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) Jakarta, peneliti di Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSIST), Staf di Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia (PKTTI-UI) Jakarta. Juga menjabat sebagai Sekjen Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam/KISDI, Sekjen Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina-Majelis Ulama Indonesia (KISP-MUI), dan Anggota Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pernah menjadi wartawan di Harian Berita Buana Jakarta, Harian Republika Jakarta, dan analis berita di Radio Muslim FM Jakarta, serta dosen Jurnalistik dan pemikiran Islam di Universitas Ibnu Khaldun Bogor dan Pesantren Tinggi (Ma’had ‘Aly) Husnayain Jakarta.

(File size : 4.68mb)

 

Menelaah Peran Zionis dalam Keruntuhan Daulah Utsmani     Adian Husaini M.A   Download

MP3 Kajian : Drs. KH Shiddiq Amien, MBA - Telaah Sejarah Yahudi, Israel & Kesombongan Iblis

Apa hubungan antara dosa pertama yang dilakukan oleh mahluk kepada Tuhannya dengan Yahudi dan Zionisme ? Lalu apa pula yang terjadi dengan gerakan usaha pengesahan pernikahan sejenis di Indonesia ?.

Pada tanggal 27 Juli lalu, PW PERSIS Kramat Asem mengadakan dauroh dakwah dan yang bertindak sebagai pengisi kajian adalah Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) periode 2005-2009, Drs. KH Shiddiq Amien, MBA dengan tema Telaah Sejarah Yahudi, Israel & Kesombongan Iblis. Dalam kajian ini akan dibahas sejarah Yahudi dan Israel lengkap dengan silsilahnya, selain itu juga akan membahas tentang konflik di Timur Tengah saat ini. Insya Allah kajian ini bisa bermanfaat bagi kita semua dalam rangka menambah pengetahuan kita tentang sejarah Yahudi dan Israel. (File size : 9.6mb)

Telaah Sejarah Yahudi, Israel & Kesombongan Iblis     Drs. KH Shiddiq Amien, MBA   Download

Undangan Diskusi tentang Zionisme

INSISTS mengundang Anda untuk hadir dalam majelis ilmiah dengan tema; "Yahudi, Zionisme, dan Pemikiran Islam", yang akan diselenggarakan Kantor INSISTS, Jalan Kalibata Utara II/84. Diskusi ini akan berlangsung pada Hari Sabtu, tanggal 12 Agustus 2006. Acara akan dimukai pada pukul 13.00-15.30 WIB bertempat di Kantor INSISTS, Jalan Kalibata Utara II/84, Jakarta Selatan, Telp. 7940381.

Diskusi ini hasil kerjasama dengan INSISTS, Gema Insani, Hidayatullah dan Radio Dakta ini akan menampilkan beberapa pembicara  Diantaranya;  Adian Husaini MA. Dengan tema "Menelaah Peran Zionis dalam Keruntuhan Daulah Utsmani".

Dalam topik ini akan dikaji pula peran dan strategi Zionis dan gerakan Free Masonry di Turki Utsmani; bagaimana kelompok kecil kaum Zionis, dengan  menggunakan jargon  "freedom" dan "liberalisasi" memiliki peran besar dalam menggulung sebuah kekuatan besar yang berumur 600 tahun. Juga mengkaji tentang bagaimana kiprah Zionisme sampai berhasil mendirikan negara Yahudi, dan bagaimana hikmah yang  bisa diambil oleh umat Islam.
 
Pembicara kedua adalah Adnin Armas MA dengan tema; "Pengaruh Yahudi dalam Pemikiran dan Studi Islam".  Topik ini akan mengkaji pemikiran sejumlah tokoh dan orientalis Yahudi, seperti Abraham Geiger, Joseph Schact, dan pengaruhnya dalam pemikiran Islam.
 
Peminat diskusi harap mendaftar ke secretariat INSISTS (telp. 7940381), karena tempat terbatas. Gratis !