September, 2006

Undangan Taaruf dan Dialog Bersama INSISTS

INSISTS dan Hidayatullah.com mengundang anda berdiskusi bersama Dr. Eliwarti Maliki (Doktor Bidang Fiqh Islam) dan Dr. Muchlis Hanafi  (Bidang Tafsir Al Qur’an), keduanya dari Universitas Al Azhar, Kairo

Bekerjasama penerbit Gema Insani Pers (GIP), Hidayatullah.com, Radio RAS FM, Radio Dakta FS dan  Hotel Sofyan,  Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS)  menggelar  taaruf dan diskusi bersama.

Acara diselenggarakan pada hari Sabtu, 7 Oktober 2006 dimulai jam 16.00 sampai selesai bertempat di Sekretariat INSISTS (Gedung Gema Insani), Jl. Kalibata Utara II/84, Jakarta, telp. (021)-7940381

Dr. Ellywarti Maliki  Al-Azhar adalah Doktor Bidang Fiqh Islam lulusan Universitas Al Azhar, Kairo. Muslimah asal Muara Labuh, beberapa saat lalu telah berhasil meraih cumlaude dengan disertasi berjudul, “Al-Ahkam As-syar’iyah Al-musthambathah min Qaidah Saddizara’i fi Fiqhil Mar’ah wa Taksyiruhu ‘alal binail Mujtama.” (Hukum-hukum syari’ah Islam yang diprediksikan dari Kaidah Saddizara’i dalam Fiqih Wanita dan penerapannya terhadap pembinaan masyarakat). Disertasinya itu bahkan direkomendasikan untuk dicetak oleh Universitas Al-Azhar.

Pembicara kedua adalah  Dr. Muchlis M. Hanafi. Muchlis adalah Doktor dalam Bidang Tafsir Al-Qur’an lulusan yang sama. Ia meraih predikat ’summa cum laude‘ dalam jurusan Tafsir Al-Qur’an dari Universitas Al-Ahzar.

Gelar doktor bidang Tafsir dan Ilmu Al-Qur’an itu diraihnya setelah berhasil  mempertahankan disertasi setebal seribu empat ratus tiga belas halaman (1413), dengan judul: Kitab Lawami’ al-Burhân wa Qawathi al-Bayan fi Ma’ani al-Qur`an, Dirasah wa Tahqaq (Studi Filologi yang meliputi editing naskah, komentar, analisa dan kritik). Sebuah studi terhadap manuskrip yang ditulis Imam al-Ma`îni, salah seorang ahli tafsir abad lima hijriah (w. 537 H).

Biodata Pembicara :

Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, MA

TTL : Jakarta, 18 Agustus 1971

Status : Nikah tahun 2000 dengan dua anak Fayyadh dan Wafa Ahdella

Tiba di Mesir : Oktober 1992
Alamat di Indonesia : Jl. Radjiman Widyodiningrat P. Jahe Kel. Jatinegara
Cakung Jakarta Timur
Alamat di Mesir : Swissry Project 87/1 10th Nasr City Cairo 2711533
Kekeluargaan : KPJ
Fakultas : Ushuluddin
Jurusan : Tafsir dan Ilmu-Ilmu Alquran
Universitas : Al-Azhar
Judul Disertasi :
كتاب لوامع البرهان وقواطع البيان فى معاني القرآن للمعيني (المتوفى سنة 537 ه)
من أوله الى آخر سورة القصص (دراسة وتحقيق)
Studi filologi yang mengikuti editing naskah, analisa, komentar dan kritik atas tafsir imam Al-Mai’niy (W537 H)
Tanggal Munaqasyah : 6 Maret 2006

Dengan predikat :
مرتبة الشرف الأولى مع التوصية بطبع الرسالة على نفقة الجامعة وتداولها بين الجامعات
Summa Cumlaude (Penghargaan Tingkat Pertama) disertai rekomendasi agar disertasi tersebut dicetak atas biaya universitas dan didistribusikan ke universitas-universitas lain
Lama Pendidikan : 3 tahun 6 bulan, dari tahun 2002 – 2006

Riwayat Pendidikan :

SD dan MI Jakarta Timur (1997 – 1983)
KMI Gontor Ponorogo (1983 – 1989)
PP. Tahfidz Alquran Sunan Pandanaran (1990 -1992)
S1 Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Alquran Tahun 1992-1996
S2 Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Alquran Tahun 1996-2000
S3 Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Alquran Tahun 2002-2006

Kesan selama menempuh pendidikan di Mesir :
Mesir pernah menjadi salah satu pusat peradaban islam, karena itu disini kita temukan banyak khazanah intelektual islam (turats) saya sangat menikmati dan menghayati hidup di tengah khazanah turats tersebut.

Pesan bagi mahasiswa lain:
Pergunakanlah waktu sebaik mungkin! Waktu / masa dalam alquran diungkapkan dengan kata "al-ashr", yang mengesankan bahwa waktu adalah sesuatu yang harus "diperas" agar menghasilkan sari pati kehidupan yang berharga. "Man lam takun lahu bidayatun muhriqah lam takun lahu nihayatun musyriqah" (Masa depan gemilang hanya dapat diperoleh dengan usaha keras menempa diri di awal perjalanan), demikian pesan seorang tokoh sufi besar Ibnu Athaillah.

(http://dikbudcairo.org/?pilih=lihat&id=118)
__________________________

Dr. Eliwarti Maliki, MA

Nama Panggilan : Elly Maliki

Nama Ayah : H. Maliki Yusuf
Nama Ibu : Hj. Siti Aminah binti Jalin
Tempat, tanggal lahir : Padang, 30 Oktober 1959
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Asal Daerah : Sumatera Barat
Status : Bekeluarga dengan 3 orang anak
Nama Suami : Adywarman Arby
Nama Anak :
1. Ola Rosalia Arby 22 tahun. Mahasiswi tingkat IV, Fakultas Psycology, Universitas Mohammed V, Rabat, Maroko.
2. Afifa Arby 19 tahun. Mahasiswi tingkat II, Fakultas Kedokteran, Universitas 6 October, Cairo, Mesir.
3. Khalifa Arby 10 tahun. Grade V Manarat International School Jeddah, Arab Saudi.

Alamat surat : Consulate General of Brunei Darussalam
P.O. Box 15514, Jeddah 21454
Kingdom of Saudi Arabia.
Phone: 00966 2 672 4343
00966 2 672 5553

Alamat rumah : Ali bin Abi Thalib St. No. 55
Syarafiyah, Jeddah,
Kingdom of Saudi Arabia.
Phone/Fax: 00966 2 653 3401
Mobile: 00966 506616297
Email: ellymaliki@yahoo.com

Pendidikan :
2005 : Doktor, Fakultas Study Islam dan Bahasa Arab, Jurusan Fikih, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Judul Disertasi “Al-Ahkaam asy-Syar’iyyah al-Mustanbathah min Qaaidah Sadd Adz-Dzara’i fi Fiqh al-Mar’ah wa Ta’tsiiruha ‘ala binai al-Mujtama’. Ditempuh selama 5 tahun dan munaqasyah pada hari Khamis, 24 Februari 2005.
1991 : Magister, Fakultas Study Islam dan Bahasa Arab, Jurusan Fikih, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Judul thesis “Al-Imam Asy-Syafi’i wa Atsaruhu fi al-Fiqh al-Islamy”.
1982 : Lisance, Fakultas Study Islam dan Bahasa Arab, Jurusan Fikih, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
1977 : Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri, Jakarta, Indonesia.
1974 : Madrasah Tsanawiyah Ath-Thahiriyah, Jakarta, Indonesia.
1971 : Sekolah Dasar Negeri, Padang, Indonesia.

Pengalaman Kerja:
- Sejak 1 Desember 1993 sampai sekarang bekerja sebagai staff keuangan di Konsulat Agung Negara Brunei Darussalam, Jeddah, Kerajaan Arab Saudi.
- Musim Haji 1991 dan 1992 sebagai penterjemah di Kantor Bidang Urusan Haji, Konsulat Jenderal Republik Indonesia. Jeddah, Kerajaan Arab Saudi.

Pengalaman Organisasi:
2005 : Menghadiri International Seminar of Aisyiah, Malang, Indonesia.
2002 : Menghadiri Kongres International Moslem Women Union (IMWU) Jakarta, Indonesia.
1999 : Anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) untuk Wilayah Barat Saudi Arabia yang berkedudukan di Jeddah.
1997 : Menghadiri Silaknas (Silaturahmi Kerja Nasional) Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia, Bogor, Indonesia.
1992 : sampai sekarang pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Orwil Timur Tengah. Saat ini duduk sebagai anggota Dewan Pakar.
1992 : sampai sekarang mendirikan sekaligus Pimpinan Taman Pendidikan Al-Qur’an dan Bahasa Arab “Darul ‘Ulum”, Jeddah, Kerajaan Arab Saudi.
1988 : Mendirikan dan Ketua Persatuan Mahasiswi Indonesia (WIHDAH) Kairo, Mesir, periode 1988-1989.

(http://dikbudcairo.org/?pilih=lihat&id=122)

14 Alasan Merindukan Ramadhan

Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, "Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus." Sesungguhnya, ada apanya di dalam Ramadhan itu, ikutilah berikut ini:

1.    Gelar taqwa

Taqwa adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah. Tidak ada gelar yang lebih mulia dan tinggi dari itu. Maka setiap hamba yang telah mampu meraih gelar taqwa, ia dijamin hidupnya di surga dan diberi kemudahan-kemudahan di dunia. Dan puasa adalah sarana untuk mendapatkan gelar taqwa itu. "Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (QS al-Baqarah: 183) Kemudahan-kemudahan yang diberikan Allah kepada hambanya yang taqwa, antara lain:

a. Jalan keluar dari semua masalah
Kemampuan manusia amat terbatas, sementara persoalan yang dihadapi begitu banyak. Mulai dari masalah dirinya, anak, istri, saudara, orang tua, kantor dan sebagainya. Tapi bila orang itu taqwa, Allah akan menunjukkan jalan berbagai persoalan itu. Bagi Allah tidak ada yang sulit, karena Dialah pemilik kehidupan ini.

"..Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (QS. Ath Thalaaq: 2)
"..Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. Ath Thalaaq: 4)

b. Dicukupi kebutuhannya
"Dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya…."(QS. Ath Thalaaq: 3)

c. Ketenangan jiwa, tidak khawatir dan sedih hati
Bagaimana bisa bersedih hati, bila di dalam dadanya tersimpan Allah. Ia telah menggantungkan segala hidupnya kepada Pemilik kehidupan itu sendiri. Maka orang yang selalu mengingat-ingat Allah, ia bakal memperoleh ketenangan.

"Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-KU, maka barangsiapa bertaqwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS. al-A’raaf: 35)

2.    Bulan pengampunan

Tidak ada manusia tanpa dosa, sebaik apapun dia. Sebaik-baik manusia bukanlah yang tanpa dosa, sebab itu tidak mungkin. Manusia yang baik adalah yang paling sedikit dosanya, lalu bertobat dan bernjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi. Karena dosa manusia itu setumpuk, maka Allah telah menyediakan alat penghapus yang canggih. Itulah puasa pada bulan Ramadhan. Beberapa hadis menyatakan demikian, salah satunya diriwayatkan Bukhari Muslim dan Abu Dawud, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanannya dan karena mengharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni."

3.    Pahalanya dilipatgandakan

Tidak hanya pengampunan dosa, Allah juga telah menyediakan bonus pahala berlipat-lipat kepada siapapun yang berbuat baik pada bulan mulia ini. Rasulullah bersabda, "Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya." (HR. Bukhari Muslim). Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadhan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakan amalan wajib (HR. Bahaiqi dan Ibnu Khuzaimah). Maka perbanyaklah amal dan ibadah, mumpung Allah menggelar obral pahala.

4.    Pintu surga dibuka dan neraka ditutup

"Kalau datang bulan Ramadhan terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu."(HR Muslim) Kenapa pintu surga terbuka? Karena sedikit saja amal perbuatan yang dilakuka n, bisa mengantar seseorang ke surga. Boleh diibaratkan, bulan puasa itu bulan obral. Orang yang tidak membeli akan merugi. Amal sedikit saja dilipatgandakan ganjarannya sedemikian banyak. Obral ganjaran itu untuk mendorong orang melakukan amal-amal kebaikan di bulan Ramadhan. Dengan demikian otomatis pintu neraka tertutup dan tidak ada lagi kesempatan buat setan menggoda manusia.

5.    Ibadah istimewa

Keistimewaan puasa ini dikatakan Allah lewat hadis qudsinya, "Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku." (HR Bukhari Muslim) Menurut Quraish Shihab, ahli tafsir kondang dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, puasa dikatakan untuk Allah dalam arti untuk meneladani sifat-sifat Allah. Itulah subtansi puasa.

Misalnya, dalam bidang jasmani, kita tahu Tuhan tidak beristri. Jadi ketika berpuasa dia tidak boleh melakukan hubungan seks. Allah tidak makan, tapi memberi makan. Itu diteladani, maka ketika berpuasa kita tidak makan, tapi kita memberi makan. Kita dianjurkan untuk mengajak orang berbuka puasa. Ini tahap dasar meneladani Allah.

Masih ada tahap lain yang lebih tinggi dari sekedar itu. Maha Pemurah adalah salah satu sifat Tuhan yang seharusnya juga kita teladani. Maka dalam berpuasa, kita dianjurkan banyak bersedekah dan berbuat kebaikan. Tuhan Maha Mengetahui. Maka dalam berpuasa, kita harus banyak belajar. Belajar bisa lewat membaca al-Qur’an, membaca kitab-kitab yang bermanfaat, meningkatkan pengetahuan ilmiah.

Allah swt setiap saat sibuk mengurus makhluk-Nya. Dia bukan hanya mengurus manusia. Dia juga mengurus binatang. Dia mengurus semut. Dia mengurus rumput-rumput yang bergoyang. Manusia yang berpuasa meneladani Tuhan dalam sifat-sifat ini, sehingga dia harus selalu dalam kesibukan.

Perlu ditekankan meneladani Tuhan itu sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia. Kita tidak mampu untuk tidak tidur sepanjang malam, tidurlah secukupnya. Kita tidak mampu untuk terus-menerus tidak makan dan tidak minum.

6.    Dicintai Allah

Nah, sesesorang yang meneladani Allah sehingga dia dekat kepada-Nya. Bila sudah dekat, minta apa saja akan mudah dikabulkan. Bila Allah telah mencintai hambanya, dilukiskan dalam satu hadis Qudsi, "Kalau Aku telah mencintai seseorang, Aku menjadi pendengaran untuk telinganya, menjadi penglihatan untuk matanya, menjadi pegangan untuk tangannya, menjadi langkah untuk kakinya." (HR Bukhari)

7.    Do’a dikabulkan

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang berdo’a apabila dia berdo’a, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku." (QS. al-Baqarah: 186). sMemperhatikan redaksi kalimat ayat di atas, berarti ada orang berdo’a tapi sebenarnya tidak berdo’a. Yaitu do’anya orang-orang yang tidak memenuhi syarat. Apa syaratnya? "maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku."

Benar, berdo’a pada Ramadhan punya tempat khusus, seperti dikatakan Nabi saw, "Tiga do’a yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin yang adil dan do’anya orang teraniaya. Allah mengangkat do’anya ke awan dan membukakan pintu-pintu langit. ‘Demi kebesaranKu, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang." (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Namun harus diingat bahwa segala makanan yang kita makan, kecucian pakaian, kesucian tempat, itu punya hubungan yang erat dengan pengabulan do’a. Nabi pernah bersabda, ada seorang yang sudah kumuh pakaiannya, kusut rambutnya berdo’a kepada Tuhan. Sebenarnya keadaannya yang kumuh itu bisa mengantarkan do’anya dia diterima. Tapi kalau makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya yang dipakainya terambil dari barang yang haram, bagaimana bisa dikabulkan doa’nya?

Jadi do’a itu berkaitan erat dengan kesucian jiwa, pakaian dan makanan. Di bulan Ramadhan jiwa kita diasah hingga bersih. Semakin bersih jiwa kita, semakin tulus kita, semakin bersih tempat, pakaian dan makanan, semakin besar kemungkinan untuk dikabulkan do’a.

8.    Turunnya Lailatul Qodar

Pada bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Saking mulianya Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan (QS. al-Qadr). Dikatakan mulia, pertama lantaran malam itulah awal al-Qur’an diturunkan. Kedua, begitu banyak anugerah Allah dijatuhkan pada malam itu. Beberapa hadits shahih meriwayatkan malam laulatul qodar itu jatuh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Seperti dirawikan Imam Ahmad, "Lailatul qadar adalah di akhir bulan Ramadhan tepatnya di sepuluhb terakhir, malam keduapuluh satu atau duapuluh tiga atau duapuluh lima atau duapuluh tujuh atau duapuluh sembilan atau akhir malam Ramadhan. Barangsiapa mengerjakan qiyamullail (shalat malam) pada malam tersebut karena mengharap ridha-Ku, maka diampuni dosanya yang lampau atau yang akan datang."

Mengapa ditaruh diakhir Ramadhan, bukan pada awal Ramadhan? Rupanya karena dua puluh malam sebelumnya kita mengasah dan mengasuh jiwa kita. Itu adalah suatu persiapan untuk menyambut lailatul qodar.

Ada dua tanda lailatul qadar. Al Qur’an menyatakan, "Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat JIbril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan/kedamaian sampai terbit fajar. (QS al-Qadr: 4-5)

Malaikat bersifat gaib, kecuali bila berubah bentuk menjadi manusia. Tapi kehadiran malaikat dapat dirasakan. Syekh Muhammad Abduh menggambarkan, "Kalau Anda menemukan sesuatu yang sangat berharga, di dalam hati Anda akan tercetus suatu bisikan, ‘Ambil barang itu!’ Ada bisikan lain berkata, ‘Jangan ambil, itu bukan milikmu!’ Bisikan pertama adalah bisikan setan. Bisikan kedua adalah bisikan malaikat." Dengan demikian, bisikan malaikat selalu mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal positif. Jadi kalau ada seseorang yang dari hari demi hari sisi kebajikan dan positifnya terus bertambah, maka yakinlah bahwa ia telah bertemu dengan lailatul qodar.

9.    Meningkatkan kesehatan

Sudah banyak terbukti bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya, dengan puasa maka organ-organ pencernaan dapat istirahat. Pada hari biasa alat-alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras. Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam. Empat jam diproses di dalam lambung dan empat jam di usus kecil (ileum). Jika malam sahur dilakukan pada pukul 04.00 pagi, berarti pukul 12 siang alat pencernaan selesai bekerja. Dari pukul 12 siang sampai waktu berbuka, kurang lebih selama enam jam, alat pencernaan mengalami istirahat total.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli kesehatan, ternyata dengan berpuasa sel darah putih meningkat dengan pesat sekali. Penambahan jumlah sel darah putih secara otomatis akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Menghambat perkembangan atau pertumbuhan bakteri, virus dan sel kanker. Dalam tubuh manusia terdapat parasit-parasit yang menumpang makan dan minum. Dengan menghentikan pemasukan makanan, maka kuman-kuman penyakit seperti bakteri-bakteri dan sel-sel kanker tidak akan bisa bertahan hidup. Mereka akan keluar melalui cairan tubuh bersama sel-sel yang telah mati dan toksin.

Manfaat puasa yang lain adalah membersihkan tubuh dari racun kotoran dan ampas, mempercepat regenasi kulit, menciptakan keseimbangan elektrolit di dalam lambung, memperbaiki fungsi hormon, meningkatkan fungsi organ reproduksi, meremajakan atau mempercepat regenerasi sel-sel tubuh, meningkatkan fungsi fisiologis organ tubuh, dan meningkatkan fungsi susunan syaraf.

10.    Penuh harapan

Saat berpuasa, ada sesuatu yang diharap-harap. Harapan itu kian besar menjelang sore. Sehari penuh menahan lapar dan minum, lalu datang waktu buka, wah… rasanya lega sekali. Alhamdulillah. Itulah harapan yang terkabul. Apalagi harapan bertemu Tuhan, masya’ Allah, menjadikan hidup lebih bermakna. "Setiap orang berpuasa selalu mendapat dua kegembiraan, yaitu tatkala berbuka puasa dan saat bertemu dengan Tuhannya." (HR. Bukhari).

11.    Masuk surga melalui pintu khusus, Rayyaan

"Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut rayyan yang akan dilewati oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, tidak diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil, mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup." (HR. Bukhari)

Minum air telaganya Rasulullah saw :
"Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain. Mereka (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.’ Beliau berkata, ‘Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu…Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telagak dimana ia tidak akan haus hingga masuk surga." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi)

12.    Berkumpul dengan sanak keluarga

Pada tanggal 1 Syawal ummat Islam merayakan Hari Raya Idhul Fitri. Inilah hari kemenangan setelah berperang melawan hawa nafsu dan syetan selama bulan Ramadhan. Di Indonesia punya tradisi khusus untuk merayakan hari bahagia itu yang disebut Lebaran. Saat itu orang ramai melakukan silahtuhrahim dan saling memaafkan satu dengan yang lain. Termasuk kerabat-kerabat jauh datang berkumpul. Orang-orang yang bekerja di kota-kota pulang untuk merayakan lebaran di kampung bersama kedua orang tuanya. Maka setiap hari Raya selalu terjadi pemandangan khas, yaitu orang berduyun-duyun dan berjubel-jubel naik kendaraan mudik ke kampung halaman.

Silahturahim dan saling memaafkan itu menurut ajaran Islam bisa berlangsung kapan saja. Tidak mesti pada Hari Raya. Tetapi itu juga tidak dilarang. Justru itu momentum bagus. Mungkin, pada hari biasa kita sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga tidak sempat lagi menjalin hubungan dengan tetangga dan saudara yang lain. Padahal silahturahim itu dianjurkan Islam, sebagaimana dinyatakan hadis, "Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi!" (HR. Bukhari)

13.    Qaulan tsaqiilaa

Pada malam Ramadhan ditekankan (disunnahkan) untuk melakukan shalat malam dan tadarus al-Qur’an. Waktu paling baik menunaikan shalat malam sesungguhnya seperdua atau sepertiga malam terakhir (QS Al Muzzammil: 3). Tetapi demi kesemarakan syiar Islam pada Ramadhan ulama membolehkan melakukan terawih pada awal malam setelah shalat isya’ dengan berjamaah di masjid. Shalat ini populer disebut shalat tarawih. Shalat malam itu merupakan peneguhan jiwa, setelah siangnya sang jiwa dibersihkan dari nafsu-nafsu kotor lainnya. Ditekankan pula usai shalat malam untuk membaca Kitab Suci al-Qur’an secara tartil (memahami maknanya). Dengan membaca Kitab Suci itu seseorang bakal mendapat wawasan-wawasan yang luas dan mendalam, karena al-Qur’an memang sumber pengetahuan dan ilham.

Dengan keteguhan jiwa dan wawasan yang luas itulah Allah kemudian mengaruniai qaulan tsaqiilaa (perkataan yang berat). Perkataan-perkataan yang berbobot dan berwibawa. Ucapan-ucapannya selalu berisi kebenaran. Maka orang-orang yang suka melakukan shalat malam wajahnya bakal memancarkan kewibawaan.

14.    Hartanya tersucikan

Setiap Muslim yang mampu pada setiap Ramadhan diwajibkan mengeluarkan zakat. Ada dua zakat, yaitu fitrah dan maal. Zakat fitrah besarnya 2,5 kilogram per orang berupa bahan-bahan makanan pokok. Sedangkan zakat maal besarnya 2,5 persen dari seluruh kekayaannya bila sudah mencapai batas nisab dan waktunya. Zakat disamping dimaksudkan untuk menolong fakir miskin, juga guna mensucikan hartanya. Harta yang telah disucikan bakal mendatangkan barakah dan menghindarkan pemiliknya dari siksa api neraka. Harta yang barakah akan mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan. Sebaliknya, harta yang tidak barakah akan mengundang kekhawatiran dan ketidaksejahteraan.

Istriku…..

Ya ukhti…..
Aku memang bukan dewa
yang sanggup terbang keangkasa
Tuk memetik sebutir bintang
sebagai penghias bibirmu

Namun, kubisa mengutip tiap tetes embun
yang bergayut dipincuk daun
Tuk kau reguk setiap pagi

Aku bukan pelakon
Yang sanggup membuatmu hanyut
dalam gelak tawa

Namun, kubisa membuatmu tersenyum bahagia
Dengan kisah para anbiya

Aku bukan pujanga
Yang sanggup membuat jiwamu melayang
keangkasa dalam tebaran kata
Namun kubisa menjadikan hatimu basah
Dalam lantunan firman Allah

Aku bukan pangeran
Yang kan menjumpaimu
dengan kereta kencana
ditarik banyak kuda

Namun kupunya bahtera cinta
Tuk membawamu menuju pulau bahagia
Bersama kita kan berjuang di jalan dakwah
demi meraih ridha dan syurga-Nya

Terima kasih telah memilihku
sebagai pendamping hidupmu…istriku :)

Saya (akan) berlabuh

Assalamu’alaikum,

Alhamdulillah, segala puji bagi-Nya yang telah memberikan begitu banyak nikmat-Nya kepada saya dan kita semua. Seandainya semua pohon di muka bumi ini menjadi kuas dan lautan menjadi tinta, niscaya tak akan tergambarkan dan tak terhitung berapa banyak karunia-Nya yang dicurahkan kepada ummat manusia.

Salah satu karunia-Nya yang akan diberikan ke saya adalah dengan dikirimkan seseorang bidadari dunia yang akan menjadi tempat saya berlabuh dan menemani hari-hari saya untuk mencari ridha-Nya. Berjuang untuk-Nya, berdakwah dijalan-Nya dan berikhtiar demi menggapai surga-Nya. Tak henti-hentinya saya bertahmid atas kemudahan yang diberikan-Nya. Rasanya semua ini bagaikan mimpi atau bagaikan cerita di sinetron, mungkin juga bagaikan cerita-cerita di novel.

Semua terasa begitu indah, seindah proses pertemuan kami yang mungkin diluar kebiasaan saya dahulu. Sebuah proses tanpa ikatan yang dinamakan pacaran. Proses yang insya Allah diridhai-Nya. Proses berjalan dengan indah, tenang, nyaman dan tanpa menunggu terlalu lama, maka niat untuk menyempurnakan setengah agama pun tumbuh dan berkembang menjadi suatu keyakinan yang kuat dan mampu mengalahkan segala pemikiran-pemikiran pesimis dan segala ketidakyakinan.

Lagi pula bukankah Dia telah berjanji akan membuat hamba-Nya menjadi kaya dengan menikah [QS. An-Nur : 32]. Dan juga Allah tidaklah membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya [QS : Al-Baqarah : 286]. Lalu apalagi yang harus saya tunggu untuk bisa berlabuh di pelabuhan suci ?. Ya, saya akan berlabuh.

Maka, dengan Bismillah saya bulatkan tekad dan mengundang antum sekalian untuk menghadiri proses akad nikah saya dengan seorang bidadari pilihan-Nya. Seandainya pun berhalangan, sudilah kiranya untuk mendoakan agar saya dan calon mujahidah saya dapat membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah demi menggapai jannah-Nya. Semoga kita semua pun mendapat ridha-Nya. Amin. :)

(Click for bigger pictures)

Wassalamu’alaikum