Membedah Syiah (Farid Achmad Okbah, MA)

Oleh : Farid Achmad Okbah, MA
Staf Ahli Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam
 

Secara bahasa, Syiah berarti pengikut, kelompok atau golongan. Secara terminologi berarti satu aliran dalam Islam yang meyakini Ali bin Abi Thalib dan keturunannya adalah imam-imam atau para pemimpin agama dan umat setelah Nabi Muhammad saw. (Ensiklopedi Islam, PT Ikhtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, Th 1997, Cet 4, Juz 5). Para penulis sejarah tak ada yang sepakat mengenai awal lahirnya sekte Syiah. Hanya bisa disimpulkan ada tiga pendapat yang menonjol menurut ulama Syiah.

Pertama, Syiah lahir sebelum datangnya risalah Muhammad saw. Al-Kulaini dari Abil Hasan meriwayatkan, "Wilayah Ali tertulis di seluruh suhuf para Nabi. Allah tidak mengutus Rasul kecuali dengan (misi) kenabian Muhammad saw dan wasiat Ali as," (Muhammad bin Ya’kub al-Kulaini, al-Ushul Minal Kafi, Juz I).

Kedua, Syiah lahir pada masa Nabi masih hidup. Pendapat ini dilansir oleh al-Qumi, al-Nubakhti dan ar-Raji. (Dr Nashir al-Qufari, Ushul Madzhab Syiah Imamiyah, tanpa cetakan, th. 1415 H/1994 M, Cet. 2). Pendapat ini sulit dibuktikan, karena pada masa Abu Bakar dan Umar saja tak dikenal adanya pengikut Syiah.

Ketiga, pendapat yang umumnya diketengahkan banyak para penulis bahwa Syiah lahir setelah terjadi fitnah pembunuhan Utsman. Pendapat yang paling menonjol bahwa Syiah baru muncul ke permukaan setelah kemelut antara pasukan Ali dan Muawiyah. (Ensiklopedi Indonesia, Juz 6 Lihat: Abdullah bin Saba’, Dr Sulaiman al-Audah).

Syiah menurut penelitian Dr Abdul Aziz Wali dalam disertasinya, pada abad pertama masih sebatas pengutamaan Ali atas Utsman. Tak sampai mengutamakan Ali atas Abu Bakar dan Umar. Oi antara tokoh Syiah yang menyatakan itu adalah Imam Sya’bi dan Ja’far ash-Shadiq. Hanya kemudian tren Syiah berkembang menjadi madzhab tersendiri yang umumnya tak mengakui kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Muawiyyah. Selanjutnya Ali bin Abi Thalib dan keturunannya adalah imam-imam mereka. (Mengapa Kita Menolak Syiah, LPPI, Th. 1418 H/1998 M, Cet. I).
 
Inti ajaran Syiah sebenarnya terletak pada masalah imam yang mereka pusatkan pada tokoh-tokoh Ahlul Bait. Karena itu mereka menentukan 12 Imam. Pihak Syiah meyakini imam-imam ini ma’shum (terjaga dari salah dan dosa) dan yang paling berhak melaksanakan imamah. Hanya dalam perkembangan Syiah terjadi perbedaan ketika menentukan siapa imam setelah Ali Zainal Abidin, apakah Zaid bin Ali atau Muhammad al-Baqir. Karena itu, Syiah terbagi dua: Syiah Imamiyah dan Syiah Zaidiyah. Demikian pula ketika menentukan Imam ketujuh, karena Ja’far ash-Shadiq mempunyai beberapa orang anak pria. Di sini Syiah Imamiyah menentukan Musa al-Kadzim, sedangkan Syiah Ismailiyah mengikuti Ismail bin Ja’far.

Di luar tiga golongan Syiah tersebut, terdapat Syiah Ekstrem yang menyatakan, Ali bin Abi Thalib sebagai tuhan dan tak mati terbunuh. Ini paham sesat dari Syiah Saba’iyah. Paham ini juga menyatakan al-Qur’an seharusnya turun pada Ali bin Abi Thalib. Karena kekeliruan malaikat Jibril, diberikan kepada Muhammad saw atau paham sesat dari Syiah Gusabiyah. (Ensiklopedi Juz 6 hal: 3406).

Ada empat rujukan utama Syiah untuk membangun madzhabnya. Pertama, Al-Kafi, karangan Muhammad bin Ya’qub bin Ishaq al Kulaini, ulama Syiah terbesar di zamannya. Dalam kitab itu terdapat 16199 hadits. Buku ini oleh kalangan Syiah paling terpercaya dari keempat rujukan itu.

Kedua, Man Laa Yahdhuruhul Faqih karangan Muhammad bin Babawaih al-Qumi. Di dalamnya ada 3913 hadits musnad dan 1050 hadits mursal. Ketiga, At- Tahdzib karangan Muhammad at-Tusi yang dijuluki Lautan Ilmu. Keempat, Al-Istibshar pengarang yang sama, mencakup 5001 hadits. (Muhammad Ridha Mudzaffar, al- ‘Aqaidul Imamiyyah, Muhammad Shadiq ash-Shadr, asy-Syiah al-Imamiyah, Kairo, Mathba’atun Najah, th. 1402 H/1982 M, Cet II, hal 130-134).

Secara umum, penyimpangan Syiah ada beberapa hal penting, yaitu:
 
I. Syiah hanya memiliki 5 rukun Iman, tanpa menyebut keimanan kepada para malaikat, Rasul, Qadha dan Qadar. Yaitu, 1. Tauhid (keesaan Allah) 2. al-’Adl (Keadilan Allah). 3. Nubuwwah (Kenabian) 4. Imamah (Kepemimpinan Imam) 5. Ma’ad atau Hari kebangkitan dan pembalasan. (Muhammad Ridha Mudzaffar, al-’Aqaidul Imamiyyah).

II. Syiah tak mencantumkan Syahadatain dalam rukun Islam, yaitu: 1. Shalat 2. Zakat 3. Puasa 4. Haji 5. Wilayah atau Perwalian. (al-Kafi, Juz II, hal 18).

III. Syiah meyakini bahwa al-Qur’an sekarangg ini telah diubah, ditambah atau dikurangi dari yang seharusnya.

IV. Syiah meyakini bahwa para sahabat sepeninggal Nabi murtad kecuali beberapa orang saja seperti al-Miqdad bin al-Aswad, Abu Dzar al-Ghifary dan Salman al-Farisi. (ar Raudhah minal Kafi, Juz VIII, hal 245; dan al Ushul minal Kafi, Juz II, hal 244).

V. Syiah menggunakan senjata taqiyah yaitu berbohong, dengan cara menampakkan sesuatu yang berbeda dengan sebenarnya, untuk mengelabui. (al-Ushul minal Kafi, Juz II, hal 2l7).

VI. Syiah percaya pada ar-Raj’ah yaitu kembalinya ruh-ruh ke jasadnya masing-masing di dunia sebelum Kiamat di kala Imam Ghaib mereka keluar dari persembunyiannya dan menghidupkan Ali dan anak-anaknya untuk balas dendam pada lawan-lawannya.

VII. Syiah percaya kepada al-Bada’yakni tampak bagi Allah dalam hal keimaman Ismail (yang telah dinobatkan ke-Imamannya oleh ayahnya Ja’far ash-Shadiq, tetapi kemudian meninggal di saat ayahnya masih hidup) yang tadinya tak tampak. Jadi bagi mereka, Allah boleh khilaf, tetapi imam mereka tetap ma’shum.

VIII. Syiah membolehkan Nikah Mut’ah (Nikah Kontrak) dengan jangka waktu tertentu. (Tafsir Minhajus Shadiqin, Juz II, hal: 493). Padahal, nikah mut’ah telah diharamkan Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib sendiri.

Menurut Ensiklopedi Islam, "Paham Syiah dianut oleh sekitar dua puluh persen dari umat Islam dewasa ini. Penganut paham Syiah tersebut di negara-negara Iran, Irak, Afghanistan, Pakistan, India, Libanon, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, bekas negara Uni Soviet, serta beberapa negara Amerika dan Eropa (Juz If, hal 5), dan termasuk Indonesia.

Sabili, No.5 Th. XIII 22 September 2005/18 Sya’ban 1426



49 Comments so far

  1.   MaJad on June 30th, 2007

    No Comment
    Syi’ah, beginilah adanya!!

  2.   Dri on September 20th, 2007

    Saya di lahirkan dari keluarga Sunni dan dibesarkan di lingkungan Sunni, tapi sekarang saya Syiah…. karena ada kebenaran yang hilang ketika saya berada di Sunni. Saya pikir kalau saja semua orang mau membuka sedikit saja dirinya (zero minded), saya yakin semua akan setuju bahwa ini adalah jalan yang lurus.

  3.   Indra on September 20th, 2007

    To Dri : bisa sharing apa yang hilang itu di sunni ? :)

  4.   T E A on May 30th, 2008

    sangatlah menyimpang dari ajaran tauhid islam!!!! juga tidak sesuai dgn SALAFUS SHOHIH!!!
    SYI’AH SESAT LAGI MENYESATKAN!!!

  5.   T E A on May 30th, 2008

    SYI’AH ITU BUKAN ISLAM!!!!
    APAKAH ISLAM MENGAJARKAN MERATAPI KEMATIAN SESEORANG???
    SEPERTI YG BIASA DILAKUKAN SEKTE SYI’AH PADA 10 SURO DGN MELUKAI DIRI MEREKA??? SANGAT DZALIM!!!!
    NAUDZU BILLAH!!! TSUMA NAUDZU BILLAH!!!!!

  6.   JASMAN on July 19th, 2008

    Harusnya kita generasi penerus, terus cari titik pusat kebenaran yang sesuai ajaran Nabi Muhammad saw.
    jangan sampai kita memandang luarnya saja, tapi kita perlu masuk kedalam untuk mengetahui hal yang sebenarnya.
    saya kira dengan begini Allah meridhoi dan Insya allah tak akan tombul perpecahan

  7.   Al_76 on August 10th, 2008

    Setahu saya Syiah punya hubungan baik dengan Yahudi.
    Apakah itu benar ?

  8.   abu umar on August 15th, 2008

    syiah??? ya gitu deh

  9.   hasan on September 25th, 2008

    saya tinggal di lingkungan sunni tapi saya syi’i dan saya tdk membenci siapapun yang selama ini banyak dibicarakan org, saya hanya berpesan bersatulah org islam musuhilah org yahudi!

  10.   rs on October 22nd, 2008

    alasan membenci syiah masih itu2 saja…, alasan klasik

  11.   firman on December 3rd, 2008

    subhanallah..orang2 membenci syiah karena mereka tidak mau membaca dan belajar sejarah. Rata2 mereka membenci bukan karena mereka meneliti kebenarannya secara langsung namun karena berita tidak langsung yaitu menurut anu atau kata anu dan seterusnya tanpa mengklarifikasi dan mengkroscek kitab2nya secara langsung.Bukankah rasul saw sendiri secara jelas mengingatkan pentingnya untuk senantiasa membuktikan secara langsung, mengklarifikasi dan mengkroscek setiap berita yang datang kepada kita, sungguh fitnah sangat-sangat lebih kejam dari pembunuhan..

  12.   FLCL on December 4th, 2008

    Saya paham tentang pola pemikiran Syiah.
    Mereka tidak buruk kok, malah beberapa pemikiran mereka itu membawa kemajuan bagi peradaban umat Islam.
    Saya juga salut dengan ijtihad mereka!

    Yah, seperti Firman, don’t judge the book by it’s cover.

  13.   ahmad badjeber on December 9th, 2008

    astagfirullah.jangan kamu membenci syiah tapi bunuh saja mereka,,, he he he

  14.   sammy on December 9th, 2008

    menurut saya syiah itu tidak sesat,,,tapi sesattt jid,dan [sesat skali]

  15.   AHMAD on December 9th, 2008

    menurut saya syiah itu tidak sesat tapi sesattttt JID,AN [SESAT SEKALIII] MASA SICH ADA IMAM MAU MELAKNAT SAHABAT ALI SENDIRI

  16.   musadam on December 9th, 2008

    saya sich kurang tau yach tentang pemahaman hukum islam,,,ada yang bilang kalaw syiah itu sesat dan ada yang bilang syiah itu ajaran yang paling tepat[shohih]sebenarnya mana sich yang benar?? tolong berikan jwabanya,dan tolong jalaskan tentang hukum karbala dan nikah mut,ah .kan rasul telah melarang nikah mut,ah? tolong penjelasanya…

  17.   wsn_001 on December 15th, 2008

    Sunni adalah sekte islam ajaran ABU BAKAR WA UMAR BIN KHOTTOB WA UTSMAN BIN AFFAN LAKNATULLAH….!!!! Yazid anjiing…muawiyah bajingaaan..!!!

  18.   enk on December 24th, 2008

    saya lihat tulisan diblog ini intinya cuman ‘penyimpangan’, tidak ada maksud menyesatkan syiah dan penyimpangan ini kalau boleh saya bilang perbedaan pendapat dan ini tidak terlalu prinsipil karena perbedaannya hanya dalam muamalah dan cabang fiqih, sejarah

  19.   yazid on December 28th, 2008

    sejarah banyak yang tidak pasti. yang pasti adalah perkataan ALLAH dan ajaran nabi MUHAMMAD. kerjakan yang pasti, ikuti sunnahnya dan jangan pernah mengajarkan atau menceritakan yang tidak pasti. benarkan diri sendiri sebelum membenarkan orang lain. hidup sangatlah pendek untuk mengomentari/mengurusi hidup orang lain. singkatnya urus aja dulu diri sndiri sblm mengurusi orang lain.WE NEED TO UNITE!!

  20.   udin on February 1st, 2009

    telah jelas jalan yang haq dan yang batil,ahlus sunnah telah berijma’ bahwa syi’ah beraqidah taqi’ah. Saya sendiri punya teman seorang syi’ah tulen, tapi kalau bertemu dengan orang sunni dia akan mengaku bahwa dialah orang paling sunni.

  21.   sujitno on February 6th, 2009

    saya mengikuti ahlussunah wal jamaah. itu yang paling cocok buat saya. tetapi saya tidak merasa benar sendiri. ibarat topi saya no 7 yang paling pas/cocok. bukan berarti yang no 6 atau no 9 jelek. sangat naif menganggap diri sendiri paling benar. kita tahu yang benar hanya Allah. semoga kita semua dibisakan menerima curahan taufik, hidayah, ridho, inayah dan mahabah serta kemanjaaan Allah yang tidak pernah berhenti, bekurang maupun terputus. amien. semoga

  22.   sujitno on February 6th, 2009

    saya mengikuti ahlussunah wal jamaah. itu yang paling cocok buat saya. tetapi saya tidak merasa benar sendiri. ibarat topi saya no 7 yang paling pas/cocok. bukan berarti yang no 6 atau no 9 jelek. sangat naif menganggap diri sendiri paling benar. kita tahu yang benar hanya Allah. semoga kita semua dibisakan menerima curahan taufik, hidayah, ridho, inayah dan mahabah serta kemanjaaan Allah yang tidak pernah berhenti, bekurang maupun terputus. amien. semoga

  23.   Mulets on February 11th, 2009

    Jangan meributkan sunni & syiah,tapi waspadailah paham wahabi yang cenderung fasis yang bisa memecah belah umat islam,cobalah gali lagi wawasan sejarah anda bukakan logika,jangan hanya taklid akan doktrin-doktrin yang membodohi

  24.   Ali on February 12th, 2009

    Yang saya sesalkan dari Farid Okbah (FO) adalah “momentnya”. Ada beberapa point yg perlu saya sampaikan agar publik jangan gampang tersesat dengan sosok FO ini.

    1. Apakah tepat saat ini FO berbicara mengenai syiah? dengan alasan bedah buku sekalipun, kenapa tidak dilakukan kemaren-kemaren, ada apa ya FO?
    Pendapat saya (saya yakin!)bhw FO dan sejenisnya sangat gerah dengan pemberitaaan dan perhatian dunia saat ini terhadap kekejian Israel thd warga GAZA. Kita tahu negara yg paling berpihak dan di depan membela masyarakat GAZA adalah Iran yg notabene berpaham syiah.Sedangkan Saudi (yg banyak menggelontorkan dana utk FO cs) sangat berpangku tangan, kecuali segolongan ulama-nya saja (meski terlambat!). Pemerintah dan sebagian besar masyarakat Saudi sangat “cuek dengan penderitaan warga GAZA, mereka lebih memilih “mengeloni TKW-TKW Indonesia” daripada membela sesama. Inilah sesungguhnya semangat FO sehingga perlu menyelenggarakan bedah buku mengenai Syiah. Jadi FO ini jelas berusaha utk mengalihkan perhatian dan kenyataan di depan mata bhw Iran dan Syiahnya lebih berpihak ke warga Gaza, dia berusaha “membahluli” ummat Islam Indonesia

    2. Buku ini diterbitkan oleh Perhimpunan Al-Irsyad. Ketahuilah FO ini adalah salah satu biang kerok perpecahan ummat dalam tubuh organisasi Al-Irsyad. Al-Iryad yang legal dan diakui di negara kita ini berusaha disusupi oleh manusia semacam FO sekaligus dengan fahamnya. Untung “penikaman” ini direspon dengan cepat oleh pengurus yang syah, dan banyak penyusup-penyusup ini yg dipecat oleh pengurus Al-Irsyad yang sah. Mustinya gerombolan ini (yg oleh pengagumnya disebut sebagai ustad) segera insyaf tetapi mereka ternyata lebih memilih untuk melawan hukum positif di negara kita ini (bughot?!), mereka membuat pengurus tandingan dan memakai nama Perhimpunan Al-Irsyad (yang asli Al-Irsyad Al-Islamiyyah)dengan lambang organisasi yg mirip dengan lambang resmi organisasi Al-Irsyad yang sah. Saya dengar masalah ini sedang diperkarakan sesuai koridor hukum positif yg berlaku di negara kita. Jadi apakah kita masih mau mendengar “al-ustad” “albughoti” Farid Okbah “alngibuli” “al-fulusi?

    itu jauh dari forum ilmiah, mustinya ada pembanding dong yang lebih afdholnya memahami syiah dari sisi lainnya

  25.   ablover on March 11th, 2009

    kalau anjing saja bisa mulia karena mengikuti ashabahul kahfi, mana mungkin saya tercela hanya karena mencintai ahlul baiyt…

  26.   Hassan on March 18th, 2009

    Salam.

    Dahulu saya seorang sunni yang memiliki anggapan bahwa syiah itu sesat bahkan menjelek2an syiah karena saya hanya mengetahui syiah dr orang lain dan media2 yang menjelekan syiah seperti diatas, tp ketika saya mencoba untuk membuka diri untuk taw kenapa syiah begitu sekarang saya paham bahwa banyak sekali media yang memberikan informasi palsu tentang syiah. “Bagi orang2 yang hanya sekedar taw dari orang, cobalah untuk membuka diri anda dan berdiskusi dengan mereka!”. Pesan terakhir saya,”TIDAK SEMUA AYAT2 Al-QURAN DAN HADIS DAPAT DITAFSIRKAN SECARA BULAT2!!!”. Saya menekankan hal ini karena pada artikel di atas ada hadis yang berbeda penafsiran terhadap kitab syiah.

    Wasalam

  27.   budi gabang on March 23rd, 2009

    Assalamualaikum, terlihat disini saling menganggap dirinya dan pendapatnyalah yang benar, beberapa saya lihat bebicara tidak berdasarkan ilmu, itu sangatlah berbahaya sekali,

    ALLAH BERFIRMAN (yang artinya)” Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (QS. Al Israa’:36),

    sudah jelas apa yang ALLAH firmankan, caritau itu lah yg paling benar kenapa syiah bisa dibilang sesat karena apa saya rasa anda semua juga tidak mau terjerumus kedalam lembah kesesatan, sesat menurut siapa?, bukan menurut kita manusia atau ciptaan, tapi apakah itu sesat menurut ALLAH dan Rasullnya itu lah yg paling tepat, cari tau asal usul syiah jangan memakai hawa nafsu dlam memutuskan kembalikan kepada Al-quran dan hadistnya, kalo memang itu sesat terimalah dengan ikhlas karena ALLAH, kalo anda mau berbicara tentang wahabi, anda juga harus tau siapa itu wahabi dan siapa abdul wahab, wahabi memang sesat tapi bukan abdul wahab yg anda sangka itu suudaraku, kembalikanlah kepercayaan ini kepada ALLAH dan Rasullnya, bagaimana kita mau mendapat ridhanya kalu kita tidak mulai menjalankan sunnah Rasull, dari pada antum ribut mendingan antum belajar dan cari ilmu, antum mengatakan sesat jangan sembarangan karena itu akan berbalik kepada antum kecuali sudah jelas dalilnya dan riwayatnya, yang diterangkan Ustad Farid okhbah itu semua ada dasarnya beliau bertujuan agar umat ini tidak semakin sesat, apabila anda Tau syiah itu sebenarnya seperti apa tapi yang sebenarnya ya yg tidak disembunyi-sembunyikan anda mungkin tidak akan berbicara bahwa ustad farid itu salah malah anda akan berterimakasih kepada nya, toh memang nanti kita serahkan pada ALLAH dan Rasullnya, ALLAH lah yg maha tahu,
    saudaraku justru syiahlah yg memecah belah umat kalo saja anda tau atau ikut merasakan umat islam dibantai oleh orang syiah, apakah menurutanda cara2yg orang syiah jalankan sekarang disyariatkan oleh ALLAH dan Rasullnya, cobalah saudara ku mintalah pada ALLAH agar ditunjukan jalan yang Haq yaitu berjalan diatas sunnah Rasull

  28.   ucha on April 6th, 2009

    aduh…bahagialah yg menjadi syi’ah..karena terbebas dari dosa dengan menjelek-jelekan pemikiran orang lain..
    yg benci syi’ah…kasih alesan lain donk..KLASIK BGT DEH ALESANNYA??!!! bosen deh jadi orang syi’ah..ditanyanya gitu lg gitu lagi..ga kreatif nih sunni…

  29.   Karbala on April 14th, 2009

    Assalamualaikum….
    Saudaraku umat Muslim Indonesia…
    Khususnya yang mengaku dirinya Ahlus Sunah, apakah anda tahu peristiwa Ghadir Khum? Apakah anda tahu peristiwa Shakifah?
    Subhanallah…apabila anda tahu peristiwa tersebut anda akan tahu mengapa kami Syi’ah.
    “Rasullullah Muhammad SAWW adalah Kotanya Ilmu dan Amirul Mukminin Ali KW adalah Pintunya. Apabila kamu menginginkan Ilmunya Rasullullah SAWW, maka lewatilah Pintunya….!”
    Semoga anda dibukakan pintu hidayah dan dapat sampai kepada kebenaran. Amin.
    Wassalamualaikum…

  30.   didik on April 24th, 2009

    saya gak tau apa-apa, tapi perbedaan cara pandang menjadi sebuah kebencian itu picik. mengapa harus mengikuti pikiran orang lain? kalo bingung kenapa tidak bertanya kepada allah!

  31.   batam on April 28th, 2009

    sumber ajaran Syi’ah itu para akhbarnya, bukan para Imam-imam yang mereka sucikan. para imam tidak mengajarkan keyakinan yang dipegang oleh orang Syi’ah. pengikut Syi’ah: tertipu oleh para (orang yang ngaku) ulamanya. saya sudah mendalami ajaran Syi’ah dan semakinbanyak membaca buku2 kasrya orang Syi’ah makin mantap keyakinan saya akan kebatilan paham ini. makanya mantan ulama mereka Husain al Musawi dan Musa al Musawi keluar dari ajaran Syi’ah. Syi’ah: ajaran Yahudi untuk melemahkan dan meecahbelah umat Islam.

  32.   haidar on May 3rd, 2009

    ya beginilah orang yang berkomentar tapi tahu isinya. saya dulu sunni dan sekarang saya juga SYIAH

  33.   masyun on May 6th, 2009

    Syiah & sunni pada dasarnya inti ajarannya sama, termasuk rukun islam dan iman (Buku Syiah Sunni oleh Bp. Quroish Shihab),yg membedakan keduanya sebenarnya hanya terletak pada imamah yg menganut 12 imam nya Syiah dan kata beliau Bp Quroish Shihab itu seperti mempercayai besok hari kiamat muncul nabi Isa AS ( anda percaya ato tdk tgt anda) jadi sebaiknya menurut Saya, kta orang islam jgn mau dipecah belah. Dan klo anda mau berbantah2an bantahlah yg lebih halus krn ini ajaran Rosululloh.(www.gusmus.net)

  34.   antirafidhah on May 10th, 2009

    Alhamdulillah dulu saya sunni dan sekarang saya tetep sunni.. selamanya InsyaAllah..

    Sungguh bahagia saya rasanya karena Allah telah menunjukkan kebenaran kepada saya dengan apa yang saya pegang selama ini.. dan menunjukkan banyak sekali penyimpangan syi’ah rofidhoh.. wahai kaum muslimin/ahlussunnah, tekunilah agama kalian, tuntutlah ilmu dien ini, InsyaAllah kalian akan bisa membedakan mana haq dan mana yang bathil… karena sesungguhnya yang haq itu begitu jelas dan bathil itu pun begitu jelas…

  35.   rakhman on May 18th, 2009

    Kita umat Muslim harus mau jadi satu,
    harus saling menerima keadaan,
    karena sesunguhnya kita ini satu keluarga,
    anak cucu Nabi Adam,
    Sama-sama percaya dengan Nabi Adam,
    Sama-sama mengenal Nabi Muhammad S.A.W
    Allahuakbar!
    kita umat muslim bersama-sama

  36.   Muh.Fauzi on May 25th, 2009

    ass wr wb.
    maaf ustad saya mau tanya?
    buku-buku apa saja yang bisa dijadikan referensi untuk membongkar kebohongan syi’ah?
    wassalm…

  37.   masyun on May 30th, 2009

    Masya Allah, kenapa kita umat muslim saling serang dan mejelekkan sesama saudara????? bukankah umat islam itu saudara yang harus saling tolong-menolong, saling menutupi aib2 yg satu sama yg lain!!!!! klo umat islam begini terus, gimana musuh2 islam yg sesungguhnya??? pastilah akan menertawakan….
    untuk mas Muh. Fauzi tolong baca buku sunni-syiah karangan KH. Quroish Shihab moga2 dpt pencerahan…amin

  38.   antisyiah on June 5th, 2009

    Kepada para muslimin dari ahli sunnah,berhati-hatilah terhadap makar syiah rafidah laknatullah.Kami berikan cuplikan kejelasan makar syiah terhadap ahlu sunnah.Berikut kami tampilkan salah satu makar syiah dan yahudinya:DOKUMEN RAHASIA AGAMA SYIAH IMAMIYAH
    Inilah DOKUMEN RAHASIA sekte agama Syiah, tentang misi jangka panjang mereka (50 th), untuk menegakkan kembali dinasti Persia yang telah runtuh oleh Islam berabad-abad lamanya, sekaligus membumi-hanguskan negara-negara Ahlus Sunnah, musuh bebuyutan mereka. Dokumen ini disebarkan oleh Ikatan Ahlus Sunnah di Iran, begitu pula majalah-majalah di berbagai negara Ahlus Sunnah (ISLAM), termasuk diantaranya Majalah al-Bayan, edisi 123, Maret 1998.

    Karena naskah yang tersebar adalah naskah dalam bahasa arab, maka kami terjemahkan ke dalam bahasa indonesia, agar orang yang tidak mampu berbahasa arab pun bisa memahami isi naskah tersebut.
    Sekarang kami persilahkan Anda membaca terjemahannya:
    ((Bila kita tidak mampu untuk mengusung revolusi ini ke negara-negara tetangga yang muslim, tidak diragukan lagi yang terjadi adalah sebaliknya, peradaban mereka -yang telah tercemar budaya barat- akan menyerang dan menguasai kita.
    Alhamdulillah, -berkat anugerah Allah dan pengorbanan para pengikut imam yang pemberani- berdirilah sekarang di Iran, Negara Syiah Itsna Asyariyyah (syiah pengikut 12 imam), setelah perjuangan berabad-abad lamanya. Oleh karena itu, -atas dasar petunjuk para pimpinan syi’ah yang mulia- kita mengemban amanat yang berat dan bahaya, yakni: menggulirkan revolusi.
    Kita harus akui, bahwa pemerintahan kita adalah pemerintahan yang berasaskan madzhab syi’ah, disamping tugasnya melindungi kemerdekaan negara dan hak-hak rakyatnya. Maka wajib bagi kita untuk menjadikan pengguliran revolusi sebagai target yang paling utama.
    Akan tetapi, karena melihat perkembangan dunia saat ini dengan aturan UU antar negaranya, tidak mungkin bagi kita, untuk menggulirkan revolusi ini, bahkan bisa jadi hal itu mendatangkan resiko besar yang bisa membahayakan kelangsungan kita.
    Karena alasan ini, maka -setelah mengadakan tiga pertemuan, dan menghasilkan keputusan, yang disepakati oleh hampir seluruh anggota-, kami menyusun strategi jangka panjang 50 tahun, yang terdiri dari 5 tahapan, setiap tahapan berjangka 10 tahun, yang bertujuan untuk menggulirkan revolusi islam ini, ke seluruh negara-negara tetangga, dan menyatukan kembali dunia Islam (dengan men-syi’ah-kannya).
    Karena bahaya yang kita hadapi dari para pemimpin Wahabiah dan mereka yang berpaham ahlus sunnah, jauh lebih besar dibandingkan bahaya yang datang dari manapun juga, baik dari timur maupun barat, karena orang-orang Wahabi dan Ahlus Sunnah selalu menentang pergerakan kita. Merekalah musuh utama Wilayatul Fakih dan para imam yang ma’shum, bahkan mereka beranggapan bahwa menjadikan faham syi’ah sebagai landasan negara, adalah hal yang bertentangan dengan agama dan adat, dengan begitu berarti mereka telah memecah dunia Islam menjadi dua kubu yang saling bermusuhan.
    Atas dasar ini:
    Kita harus menambah kekuatan di daerah-daerah berpenduduk Ahlus Sunnah di Iran, khususnya kota-kota perbatasan. Kita harus menambah masjid-masjid dan husainiyyat kita di sana, disamping menambah volume dan keseriusan dalam pengadaan acara-acara peringatan ritual syi’ah.
    Kita juga harus menciptakan iklim yang kondusif, di kota-kota yang dihuni oleh 90-100 persen penduduk Ahlus Sunnah, agar kita bisa mengirim dalam jumlah besar kader-kader syi’ah dari berbagai kota dan desa pedalaman, ke daerah-daerah tersebut, untuk selamanya tinggal, kerja, dan bisnis di sana.
    Dan merupakan kewajiban negara dan instansinya, untuk memberikan perlindungan langsung kepada mereka yang diutus untuk menempati daerah itu, dengan tujuan agar dengan berlalunya waktu, mereka bisa merebut jabatan pegawai di berbagai kantor, pusat pendidikan dan layanan umum, yang masih di pegang oleh kaum Ahlus Sunnah.
    Strategi yang kami buat untuk pengguliran revolusi ini, -tidak seperti anggapan banyak kalangan- akan membuahkan hasil, tanpa adanya kericuhan, pertumpahan darah, atau bahkan perlawanan dari kekuatan terbesar dunia. Sungguh dana besar yang kita habiskan untuk mendanai misi ini, tak akan hilang tanpa timbal-balik.
    Teori Memperkuat Pilar-pilar Negara:
    Kita tahu, bahwa kunci utama untuk menguatkan pilar-pilar setiap negara, dan perlindungan terhadap rakyatnya, berada pada tiga asas utama:
    Pertama: Kekuatan yang dimiliki oleh pemerintahan yang sedang berkuasa.
    Kedua: Ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh para ulama dan penelitinya.
    Ketiga: Ekonomi yang terfokus pada kelompok pengusaha pemilik modal.
    Apabila kita mampu menggoncang pemerintahan, dengan cara memunculkan perseteruan antara ulama dan penguasanya, atau memecah konsentrasi para pemilik modal di negara itu, dengan menarik modalnya ke negara kita atau negara lain, tak diragukan lagi, kita telah menciptakan keberhasilan yang gemilang dan menarik perhatian dunia, karena kita telah meruntuhkan tiga pilar tersebut.
    Adapun rakyat jelata setiap negara, yang berjumlah rata-rata 70-80 persen, mereka hanyalah pengikut hukum dan kekuatan yang menguasainya. Mereka disibukkan oleh tuntutan hidupnya, untuk mencari rizki, makan dan tempat tinggalnya. Oleh karena itu, mereka akan membela siapa pun yang sedang berkuasa. Dan untuk mencapai atap setiap rumah, kita harus menaiki tangga utamanya.
    Tetangga-tetangga kita dari kaum Ahlus Sunnah dan Wahabi adalah: Turki, Irak, Afganistan, Pakistan, dan banyak negara kecil di pinggiran selatan, serta gerbangnya negara teluk persia, yang tampak seakan negara-negara yang bersatu, padahal sebenarnya berpecah-belah. Daerah-daerah ini, adalah kawasan yang sangat penting sekali, baik di masa lalu, maupun di masa-masa yang akan datang. Ia juga ibarat kerongkongan dunia di bidang minyak bumi. Tidak ada di muka bumi ini kawasan yang lebih sensitif melebihinya. Para penguasa di kawasan ini memiliki taraf hidup yang tinggi, karena penjualan minyak buminya.
    Kategori Penduduk di Kawasan Ini
    Penduduk di kawasan ini terbagi dalam tiga golongan:
    Pertama: Penduduk baduwi dan padang pasir, yang telah ada sejak beratus-ratus tahun lalu.
    Kedua: Pendatang yang hijrah dari berbagai pulau dan pelabuhan, yang telah hijrah sejak zaman pemerintahan Syah Isma’il as-Shofawi, dan terus berlangsung hingga zamannya Nadirsyah Afsyar, Karim Khan Zind, Raja al-Qojar, dan keluarga al-Bahlawi. Dan telah banyak perjalanan hijrah dari waktu ke waktu, sejak mulainya revolusi Islam.
    Ketiga: Mereka yang berasal dari negara arab lainnya, dan kota-kota pedalaman Iran.
    Adapun lahan bisnis, perusahaan ekspor impor dan kontraktor, biasanya dikuasai oleh selain penduduk asli. Sedangkan penduduk asli, kebanyakan mereka hidup dari menyewakan lahan dan jual-beli tanah. Mengenai para keluarga penguasa, biasanya mereka hidup dari gaji pokok penjualan minyak buminya.
    Adapun kerusakan masyarakat, budaya, banyaknya praktik yang menyimpang dari islam, itu sangat jelas terlihat. Karena mayoritas penduduk negara-negara ini, telah larut dalam kenikmatan dunia, kefasikan dan perbuatan keji. Banyak dari mereka yang mulai membeli perumahan, saham perusahaan, dan menyimpan modal usahanya di Eropa dan Amerika, khususnya di Jepang, Inggris, Swedia, dan Swiss, karena kekhawatiran mereka akan runtuhnya negara mereka di masa-masa mendatang. Sesungguhnya dengan menguasai negara-negara ini, berarti kita telah menguasai setengah dunia.
    Beberapa Tahapan Dalam Menggulirkan Revolusi Ini
    Untuk menjalankan misi panjang 50 tahun ini, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah: memperbaiki hubungan kita dengan negara-negara tetangga, dan harus ada hubungan yang kuat dan sikap saling menghormati, antara kita dengan mereka. Bahkan kita juga harus memperbaiki hubungan kita dengan Irak, setelah perang berakhir dan Sadam Husein jatuh, karena menjatuhkan seribu kawan itu lebih ringan, dibanding menjatuhkan satu lawan.
    Dengan adanya hubungan politik, ekonomi dan budaya antara kita dengan mereka, tentunya akan masuk sekelompok kader dari Iran ke negara-negara ini, sehingga memungkinkan kita untuk mengirim para duta secara resmi, yang pada hakekatnya adalah pelaksana program revolusi ini, selanjutnya kita akan tentukan misi khusus mereka saat menugaskan dan mengirimkannya.
    Janganlah kita beranggapan bahwa 50 tahun adalah waktu yang panjang, karena kesuksesan langkah kita ini benar-benar membutuhkan perencanaan yang berkelanjutan hingga 20 tahun. Sungguh tersebarnya paham syi’ah, yang kita rasakan di banyak negara saat ini, bukanlah buah dari perencanaan 1 atau 2 hari.
    Dulunya kita tidak memiliki seorang pun pegawai di negara manapun, apalagi kader dengan jabatan menteri, wakil negara dan presiden. Bahkan dulunya banyak kelompok, seperti Wahabiah, Syafi’iah, Hanafiah, Malikiah, dan Hanbaliah, memandang kita sebagai kelompok yang murtad dari Islam, sehingga pengikut mereka telah berkali-kali mengadakan pemusnahan kaum syi’ah secara massal. Memang benar kita tidak merasakan pahitnya hari-hari itu, tetapi nenek moyang kita pernah merasakannya. Kehidupan kita hari ini adalah buah dari gagasan, pemikiran dan langkah mereka. Mungkin juga kita tidak akan hidup di masa depan, akan tetapi revolusi dan madzhab kita akan tetap ada.
    Untuk menunaikan misi ini, tidaklah cukup hanya dengan mengorbankan hidup, atau apapun yang paling berharga sekalipun, akan tetapi juga membutuhkan pemrograman yang telah matang dikaji.
    Harus ada perencanaan untuk masa depan, walaupun untuk 500 tahun ke depan, apalagi hanya 50 tahun saja. Karena kita adalah pewaris berjuta-juta syuhada’, yang gugur di tangan setan-setan yang mengaku muslim, darah mereka terus mengalir dalam sejarah, sejak meninggalnya Rasul hingga hari ini. Dan cucuran darah itu tidak akan kering, sehingga setiap orang yang mengaku muslim, meyakini hak Ali dan keluarga Rasulullah, mengakui kesalahan nenek moyang mereka, dan mengakui syi’ah sebagai pewaris utama ajaran Islam.
    Beberapa Tahapan Penting Dalam Perjalanan Misi Ini
    Tahap Pertama (sepuluh tahun pertama):
    Kita tidak ada masalah dalam menyebarkan madzhab syi’ah di Afganistan, Pakistan, Turki, Iran dan Bahrain. Karena itu, kita akan menjadikan tahapan sepuluh tahun kedua, sebagai tahapan pertama di 5 negara ini.
    Sedangkan tugas para duta kita di belahan negara lain adalah tiga hal:
    Pertama: Membeli lahan tanah, perumahan dan perhotelan.
    Kedua: Menyediakan lapangan pekerjaan, kebutuhan hidup dan fasilitasnya kepada para pengikut paham syi’ah, agar mereka mau hidup di rumah yang dibeli, sehingga bertambah banyak jumlah penduduk yang sepaham dengan kita.
    Ketiga: Membangun jaringan dan relasi yang kuat dengan para pemodal di pasar dagang, dengan para pegawai kantor, khususnya mereka yang menjabat sebagai kepala tinggi, dengan tokoh publik dan dengan siapapun yang memiliki hak keputusan penuh di berbagai instansi negara.
    Di sebagian negara-negara ini, ada beberapa daerah, yang sedang dalam proyek pengembangan, bahkan di sana ada rencana proyek pengembangan untuk puluhan desa, kampung, dan kota kecil lainnya. Tugas wajib para duta yang kita kirim adalah membeli sebanyak mungkin rumah di desa itu, untuk kemudian dijual dengan harga yang pantas kepada orang yang mau menjual hak miliknya di pusat kota. Sehingga dengan langkah ini, kota yang padat penduduknya bisa kita rebut dari tangan mereka.
    Tahap Kedua (sepuluh tahun kedua):
    Kita harus mendorong masyarakat syi’ah untuk menghormati UU, taat kepada para pelaksana UU dan pegawai negara, serta berusaha mendapatkan surat ijin resmi untuk berbagai acara ritual syi’ah, pendirian masjid, dan husainiyyat. Karena surat ijin resmi tersebut, akan kita ajukan sebagai tanda bukti resmi di masa-masa mendatang untuk mengadakan berbagai acara dengan bebas.
    Kita juga harus berkonsentrasi pada kawasan yang tinggi tingkat kepadatan penduduknya, untuk kita jadikan sebagai tempat diskusi tentang masalah-masalah (syiah) yang sangat sensitif.
    Para duta syi’ah, -pada dua tahapan ini- diharuskan untuk mendapatkan kewarganegaraan dari negara yang ditempatinya, dengan memanfaatkan relasi atau hadiah yang sangat berharga sekalipun. Mereka juga harus mendorong para kadernya agar menjadi pegawai negeri, dan segera masuk -khususnya- dalam barisan militer negara.
    Pada pertengahan tahap kedua: Harus dihembuskan -secara rahasia dan tidak langsung- isu bahwa ulama Ahlus Sunnah dan Wahabiah adalah penyebab kerusakan di masyarakat, dan berbagai praktek menyimpang syariat yang banyak terjadi di negara itu. Yaitu melalui selebaran-selebaran yang berisi kritikan, dengan mengatas-namakan sebagian badan keagamaan atau tokoh Ahlus Sunnah dari negara lain. Tak diragukan lagi, ini akan memprovokasi sejumlah besar rakyat negara itu, sehingga pada akhirnya mereka akan menangkap pimpinan agama atau figur Ahlus Sunnah yang dituduh itu, atau kemungkinan lain; rakyat negara itu akan menolak isi selebaran itu, dan para ulamanya akan membantahnya dengan sekuat tenaga. Dan setelah itu kita munculkan banyak huru hara, yang akan berakibat pada diberhentikannya penanggung jawab masalah itu, atau digantikannya dengan staf yang baru.
    Langkah ini, akan menyebabkan buruknya kepercayaan pemerintah kepada seluruh ulama di negaranya, sehingga menjadikan mereka tidak bisa menyebarkan agama, membangun masjid dan pusat pendidikan agama. Selanjutnya pemerintah akan menganggap seluruh ajakan yang berbau agama sebagai bentuk pelanggaran terhadap peraturan negara.
    Ditambah lagi, akan berkembang rasa benci dan saling menjauh antara penguasa dengan ulama di negara itu, sehingga Ahlus Sunnah dan Wahabiyah akan kehilangan pelindung mereka dari dalam, padahal tidak mungkin ada orang yang melindungi mereka dari luar.
    Tahap Ketiga (sepuluh tahun ketiga):
    Pada tahap ini, telah terbangun jaringan yang kuat, antara duta-duta kita dengan para pemilik modal dan pegawai atasan, diantara mereka juga banyak yang telah masuk dalam barisan militer dan jajaran pemerintahan, yang bekerja dengan penuh ketenangan dan hati-hati, tanpa ikut campur dalam urusan agama, sehingga kepercayaan penguasa lebih meningkat lagi dari sebelumnya.
    Pada tahapan ini, di saat berkembangnya perseteruan, perpecahan, dan iklim yang memanas antara penguasa dengan ulama, maka diharuskan kepada sebagian ulama terkemuka syiah yang telah menjadi penduduk negara itu, untuk mensosialisasikan keberpihakan mereka kepada penguasa negara itu, khususnya pada musim-musim ritual keagamaan (syi’ah), sekaligus menampakkan bahwa syi’ah adalah aliran yang tak membahayakan pemerintahan mereka. Apabila situasi memungkinkan mereka untuk bersosialisasi melalui media informasi yang ada, maka janganlah ragu-ragu memanfaatkannya untuk menarik perhatian para penguasa, sehingga mereka senang dan menempatkan kader kita pada jabatan pemerintahan, dengan tanpa ada rasa takut atau cemas dari mereka.
    Pada tahapan ini, dengan adanya perubahan yang terjadi di banyak pelabuhan, pulau, dan kota lainnya di negara kita, ditambah dengan devisa perbankan kita yang terus meningkat, kita akan merencanakan langkah-langkah untuk menjatuhkan perekonomian negara-negara tetangga. Tentu saja para pemilik modal dengan alasan keuntungan, keamanan dan stabilitas ekonomi, akan mengirimkan seluruh rekening mereka ke negara kita; dan ketika kita memberikan kebebasan kepada semua orang, dalam menjalankan seluruh kegiatan ekonominya, dan pengelolaan rekening banknya di negara kita, tentunya negara mereka akan menyambut rakyat kita, atau bahkan memberikan kemudahan dalam kerjasama ekonomi.
    Tahap Keempat (sepuluh tahun keempat):
    Pada tahap ini, telah terhampar di depan kita fenomena; dimana banyak negara yang para penguasa dan ulamanya saling bermusuhan, pebisnis yang hampir bangkrut dan lari, serta masyarakat yang tak aman, sehingga siap menjual hak miliknya dengan separo harga sekalipun, agar mereka bisa pindah ke daerah yang aman.
    Di saat terjadinya kegentingan inilah, para duta kita akan menjadi pelindung bagi hukum dan para penguasanya. Apabila para duta itu bekerja dengan sungguh-sungguh, tentunya mereka akan mendapatkan jabatan terpenting dalam pemerintahan dan kemiliteran, sehingga dapat mempersempit jurang pemisah antara para pemilik perusahaan yang ada dengan para penguasa.
    Keadaan seperti ini, memungkinkan kita untuk menuduh mereka yang bekerja dengan tulus untuk penguasa sebagai para penghianat negara, dan ini akan menyebabkan diberhentikannya mereka atau bahkan diusir dan diganti dengan kader kita.
    Langkah ini akan membuahkan dua keuntungan, pertama: Pengikut kita akan mendapat kepercayaan yang lebih baik dari sebelumnya. Kedua: Kebencian ahlus sunnah akan semakin meningkat, karena meningkatnya kekuatan syi’ah di berbagai instansi negara. Ini akan mendorong ahlus sunnah untuk meningkatkan langkah menentang penguasa. Di saat seperti itu, kader-kader kita harus bersanding membela penguasa, dan mengajak masyarakat untuk berdamai dan tetap tenang. Dan pada saat yang bersamaan, mereka akan membeli kembali rumah dan barang yang semula akan mereka tinggalkan.
    Tahap Kelima (sepuluh tahun terakhir):
    Pada sepuluh tahun kelima, tentunya iklim dunia telah siap menerima revolusi, karena kita telah mengambil tiga pilar utama dari mereka, yang meliputi: keamanan dan ketenangan dan kenyamanan. Sedangkan pemerintahan yang berkuasa, akan menjadi seperti kapal ditengah badai dan nyaris tenggelam, sehingga menerima semua masukan yang akan menyelamatkan jiwanya.
    Di saat seperti ini, kita akan memberikan masukan melalui beberapa tokoh penting dan terkenal, untuk membentuk himpunan rakyat dalam rangka memperbaiki keadaan negara, dan kita akan membantu penguasa untuk mengawasi berbagai instansi dan mengamankan negara. Tak diragukan lagi, tentunya mereka akan menerima usulan itu, sehingga para kader pilihan kita akan mendapatkan hampir keseluruhan kursi di dalamnya. Kenyataan ini tentu akan menyebabkan larinya para pengusaha, ulama dan pegawai setia pemerintahan, sehingga kita akan dapat menggulirkan revolusi islam kita, ke berbagai negara, tanpa menimbulkan peperangan atau pertumpahan darah.
    Seandainya, pada sepuluh tahun terakhir, rencana ini tidak membuahkan hasil, kita tetap bisa mengadakan revolusi rakyat dan merebut kekuasaan dari tangan penguasa.
    Apabila penganut syi’ah adalah penduduk, penghuni dan rakyat negara itu, maka berarti kita telah menunaikan kewajiban, yang bisa kita pertanggung-jawabkan di depan Allah, agama, dan madzhab kita. Bukan tujuan kita untuk mengantarkan seseorang kepada tampuk pimpinan, tetapi tujuan kita hanyalah menggulirkan revolusi, sehingga kita mampu mengangkat bendera kemenangan agama tuhan ini, dan menampakkan nilai-nilai kita di seluruh negara. Selanjutnya kita mampu maju melawan dunia kafir dengan kekuatan yang lebih besar, dan menghias alam dengan cahaya Islam dan ajaran syi’ah, sampai datangnya imam Mahdi yang dinantikan))
    –selesai sudah naskah misi revolusi itu–
    Lihatlah wahai para pembaca… betapa busuknya rencana mereka… betapa besarnya kebencian mereka terhadap Ahlus Sunnah… Kita sekarang tahu bahwa Syi’ah bukanlah sekedar aliran paham biasa, akan tetapi ia sekarang berubah menjadi aliran pergerakan politik yang bisa merongrong eksistensi negara.. Lihatlah bagaimana mereka merencanakan pengguliran revolusi sedikit demi sedikit, bagaimana mereka menjadikan dutanya sebagai alat penyebar aliran, sekaligus alat politiknya.
    Subhanallah… semoga Allah menyelamatkan kita Ahlus Sunnah wal Jama’ah (ISLAM) dari tipu daya mereka.
    Allah berfirman (yang artinya): “Mereka membuat tipu daya, maka Allah pun membalas dengan tipu daya. Dan Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya…” (Qs Ali Imron: 54)
    Semoga tulisan ini bisa menyadarkan mereka yang menyuarakan, perlunya pendekatan antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah.
    Sungguh mengherankan, adakah yang masih mengharapkan kebaikan dari kaum yang selalu berbohong atas Allah dan Rasul-Nya… Adakah yang masih ingin membangun kerukunan dengan kaum yang meyakini bahwa Al-Qur’an sudah tidak orisinil lagi… Adakah yang masih mengharapkan bersanding dengan kaum yang mengkafirkan Abu Bakar, Umar, Utsman, bahkan seluruh Sahabat Rasul, kecuali tiga saja (Salman al-Farisy, Miqdad dan Abu Dzar)… Adakah yang masih berprasangka baik kepada kaum yang menuduh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selama hidupnya telah berzina dengan Aisyah… Adakah Ahlus Sunnah yang masih menganggap baik kaum yang telah membunuh ratusan bahkan ribuan ulama Ahlus Sunnah di Iran dan negara lainnya… Adakah Ahlus Sunnah yang masih toleran dengan kaum yang tidak mengizinkan satu pun masjid Ahlus Sunnah di Teheran Ibu kota Iran…. Sungguh tidak pernah habis rasa heran ini melihat kenyataan yang ada di lapangan…
    Mungkin banyak diantara kita yang tidak melihat bukti nyata dari omongan diatas… mungkin ada yang mengatakan bahwa fakta di atas adalah sebatas tuduhan yang tak beralasan… tapi ingatlah bahwa diantara inti ajaran kaum Syi’ah adalah TAKIYAH, yakni: membohongi publik untuk keselamatan diri… ingatlah bahwa bohong semacam itu dalam akidah mereka adalah amalan ibadah yang berpahala… Ingatlah hadits palsu yang selalu mereka gembar-gemborkan: “Tidak punya agama, siapa pun yang tidak menerapkan takyiah.”
    Ternyata selama ini, kita tidak melihat kejanggalan yang ada pada mereka, disebabkan takiyah (baca: kebohongan) mereka kepada kita… Ternyata selama ini tidak terlihat perbedaan yang mendasar antara kita dan mereka, karena tabir tebal yang mereka gunakan untuk menutupi kebusukan batin… Tapi itulah, sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga… Selincah-lincah kuda berlari pasti akan terpeleset juga… Inilah diantara bukti semerbaknya bau busuk mereka…Alhamdulillah.. awwalan wa aakhiron berkat Allah azza wa jall terbuka juga misi rahasia jangka panjang mereka…
    Subhanakallahumma wa bihamdika… wa tabaarakasmuk wa ta’ala jadduk… wa laa ilaaha ghoiruk…
    ***
    Sumber artikel: http://www.albayan-magazine.com/sereah.htm

  39.   ali hadun on June 18th, 2009

    @ahmad bajeber
    hey bajeber lo tau gak arti namalo?!namalo berarti kantong air dari kulit kambing.embernya orang hadral maut kampung enjid lo!!
    dan bangsa lo itu bajebar adalah bangsa abid bangsa budak dus.makanya tingkah lo jadi bego.kenal masjid juga kaga lo.mana ada ulama bajeber??atau orang pandai terkemuka bajeber??/
    makanya bacot lo tutup.

  40.   kiky on June 30th, 2009

    hy, saudaraku bakankah allah telah berfirman dimana akan datang suatu zaman islam akan berjaya namun kejayaan islam itu akan sirna oleh kaum islam itu sendiri yaitu kalian semua dimana selalu meributkan persoaln yang tidak prinsipil, dan di situlah kaum yahudy dan nasrani bergembira dan tertawa terhadap kebegoan loe-loe pada. ingat apapun aliranrannya yang penting islam agamanya, ingat bung kebenaran sejati hanya allah lah yang tahu, jadi jangan pada so tau loe pada

  41.   kytoz on July 18th, 2009

    terkadang ego membuat se2org jauh dri kbnaran,untuk itu pergunaKn lah akaL sbg kndaraan mnju kSn…

  42.   kytoz on July 18th, 2009

    mngkin saudara2q tahu ttg ayat aLquran yg isinya membahas ttg kepemimpinan”Barang Siapa yang tidak mngetahui Imamnya niscaya tergolong org yg sesat”mncul prtanyaan adakh di antara kita tahu pemimpin kita skrng.???satu hal Lg apkh Nabi Muhammad Buta huruf?
    jika mnjwb ya,maka celaka lah mnganggapx sperti itu,artinya Tuhan Salah mngutus wakil krn mmiliki kekurangan(tdk smpurna)yakni buta huruf dan Tuhan mmiliki sfat Salah krn Salah mngutus utusan….. Lalu apa jawabnx…???

  43.   sir bayu on July 23rd, 2009

    @kytoz..
    Tidak ada ayat dalam Al Quran yg redaksinya seperti itu, kalau ada tolong sebutkan…

    Tentang masalah buta huruf (ummiy):
    Di dalam surat Al A’raf 157-158 dan Al ‘Alaq sudah jelas-jelas dinyatakan hal tsb…Tidakkah anda bisa bisa membedakan antara tidak bisa baca tulis dengan bodoh??
    Rasulullah SAW mempunyai sifat fathonah, cerdas..ummy disini menyatakan bahwa beliau tidak bisa baca-tulis aksara arab, dan bukan berarti beliau bodoh.dan semua itu tidak akan pernah mengurangi derjat Rasulullah. Tidak ada yang menandingi kecerdasan Rasulullah, beliau bisa menghapal seluruh firman Allah..
    Jika kalian tidak menerima keummian Rasulullah, berarti kalian sama saja dengan mereka2 yang mengatakan bahwa Al Quran adalah karangan Rasulullah…
    Mohon jangan hanya menelan bulat-bulat apa yg diberikan pada anda..

  44.   putra on August 4th, 2009

    wahai saudaraku perlu kalian ingat semuaanya jangan lupa syiah dan suni hanya sebuah golongan aliran. agama tetap islam tuhan tetap allah nabi tetap muhammad dan yang maha tahu dari segala sesuatu di dunia dan di langit gaib maupun nyata yang tersembunyi maupun tidak cuma ALLAH jangan kalian semua bertingkalaku seperti iblis yang mengaku paling mulia suci benar. bersatulah umat islam jangan bodoh mau diadudombah terpecabelah karena perbedaan sadarlah saudarahku kita satu umatnya nabi muhammad satu tuhan allah dan islam tidak mengajarkan permusuhan sesama saudarah hanya satu nama yang merusak agamanya sendiri mengatas namakan kebenaran allah memungsuhi saudarahnya sendiri yaitu SETAN NDAS IRENG MERASUK DALAM HATI MANUSIA YANG BODOH

  45.   kikiyosua on August 19th, 2009

    Untuk pak farid saya sarankan agar tidak ngawur kalau membuat tulisan di internet,karena dampaknya pada masyarakat sangat luas.

  46.   abuhazan on September 12th, 2009

    syi’ah bukan lagi sesat biasa sebagaimana sesatnya ahlu bid’ah.Tapi sudah sangat sesat dan sangat kapir.jadi orang bodoh saja yang mengait-ngaitkan syi’ah dengan islam.islam berlepas diri dari golongan kapir semacam syiah ini!

  47.   mukrom on September 16th, 2009

    mari kita sama2 mengkaji alquran dan hadist nabi SAW
    niatkan lillah bukan untuk Ali RA. dan jangan berlebih2n

  48.   jamal on October 3rd, 2009

    Ass.Wr.Wb gwa orang non arab ….dari berdarah minang - sunda
    jadi menurut gwa Islam itu lemah ..besar kemungkinan dapat d acak2 oleh bangsa2 non islam ,karena pertikaian dalam tubuh islam …karna2 ke naifan dari masing2..atau hanya sepihak aza..dan menurut gwa org2 awam hrs mmpelajari atau mmbaca buku syiah itu sendiri dan jgn langsung percaya begitu aza…lagi pula anda kan belum ada d masa mereka..dan aku lihat bangsa Arab agak Egois dlm memahami islam itu sendiri yg karena nota bene lahir d sana .Itulah yang gwa liat islam dan arab, bukankah katanya yg paling bertakwa lah yang dekat d sisi Allah SWT,tetapi yg gwa amati sprtinya nga demikian ,seolah yang lebih dalam pengetahuan nya ttg Islam hanyalah orang2 Arab saja atau orang yang katanya dia memiliki garis keturunan dari Rasul Muhammad SAW yang gwa maksud seperti d jakarta banyak sekali HABAIB atau biasa d sebut Habib yang wajah nya sering terpampang d sudut2 lampu merah sebenarnya apa yang ign d sampaikan oleh Islam itu sendiri ..bukankah Islam itu milik Allah SWT dah ah msh byk lagi deh dll aja dlu..Wassalam.

  49.   orang bodh on October 14th, 2009

    hahahA PEMBOROSAN INTELEKTUAL kasian Islam yagh mudah di cak2 di pertikaikan sedang kan mereka hanya tertawa melihatnya……..hahah dagh kaya boneka ajagh ….

Leave a Reply